Bahaya Menjalin Cinta dengan Laki-laki yang Patah Hati

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Patah Hati. (indiatimes)

    Ilustrasi Patah Hati. (indiatimes)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mencintai pria yang hidupnya sedang hancur atau sedang patah hati sebenarnya tak masalah. Anda pasti akan melakukan apa saja untuk membuatnya bangkit. Namun, jangan berharap kepedulian itu berbalas cinta yang sama.

    Berikut alasan Anda harus berpikir ulang ketika mencintai pria yang sedang dalam kondisi tersebut, dilansir dari Bolde.

    Hubungan bukan adopsi
    Bukan tugas Anda untuk memperbaiki hidup pria dan menyembuhkan traumanya. Anda tidak perlu memikul beban emosionalnya. Anda seharusnya menjadi pacarnya, bukan orang tua, konselor, ataupun terapis. Anda tidak dapat membangun hubungan yang sehat ketika terlalu sibuk menyembuhkan pasangan dari kondisi tersebut.

    Tak perlu selamatkan pria yang tidak ingin diselamatkan
    Tidak peduli seberapa keras mencoba, jika pria tersebut tak ingin berubah dan bangkit, usaha akan sia-sia. Pertama, ia harus memutuskan untuk berubah dan bekerja ke arah yang lebih baik. Jika dia telah menutup hati untuk mencintai, Anda tidak bisa memaksanya terbuka.

    Jika dia tidak tahu bagaimana menjadi bahagia sendiri, dengan atau tanpa Anda, Anda tidak bisa membuat bahagia atas namanya. Lebih baik menghemat energi dan simpan untuk seseorang yang lebih pantas.

    Menyembuhkan lukanya tak menjamin dia akan tetap bersama
    Cinta, dorongan, dan kesabaran membantu dia mengatasi masalah yang menghambatnya. Namun, mungkin sikapnya akan berbalik dan mencampakkan Anda untuk orang lain. Memperbaiki dia tidak akan menjamin cinta abadi, jadi mengapa repot-repot?

    Tak perlu salahkan diri sendiri jika gagal menyembuhkannya
    Mungkin Anda akan kecewa jika usaha untuk mengubahnya ke arah yang lebih baik gagal. Normal saja Anda marah kepadanya dan juga kepada diri sendiri. Tetapi, Anda perlu memahami rasa sakitnya tidak ada hubungannya dengan Anda.

    Hubungan yang sehat tercipta jika dibangun bersama
    Sering kali ketika seorang pria sedang patah hati hanya berusaha mengisi ruang kosong. Dia membutuhkan Anda untuk mengalihkan perhatian dari masalah-masalahnya. Jika tidak hati-hati, dia bisa menyeret Anda untuk juga merasakan patah hati.

    Butuh kerja keras untuk membuatnya bangkit dari keterpurukan
    Memang tak semua pria bersifat serupa. Ada kalanya ia memang ingin berusaha bangkit dari keterpurukan bersama Anda. Jika dia mau bekerja untuk diri sendiri, bersabarlah dengannya.

    Berhati-hatilah, bersikap lembut, dan mendukungnya. Ingat setiap orang memiliki masalah, beberapa bahkan memiliki masalah yang lebih buruk daripada yang lain. Keterpurukan bisa dilawan dengan kemauan dari dalam diri, jadi pria patah hati juga harus mau berusaha bangkit

    Bukan egois, prioritaskan perasaan
    Jika seseorang tidak dapat memberi apa yang pantas dan Anda butuhkan, tidak apa-apa untuk menjauh darinya. Alih-alih mencurahkan waktu dan upaya untuk menyembuhkan pria yang tidak akan menghargainya, prioritaskan perasaan sendiri. Anda lebih pantas bersama pria yang benar-benar ingin menjalin hubungan bersama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.