Tips Memilih Sumber Protein Susu untuk Pasien Diabetes

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi susu segar (Pixabay.com)

    Ilustrasi susu segar (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Semakin banyak orang yang menderita diabetes. Penyakit yang memiliki gejala berupa tingginya kadar gula darah ini memaksa pasiennya membatasi makanan dan minuman. Harapannya agar gula darah mereka tetap stabil.

    Apakah susu bisa menjadi pilihan minuman yang baik untuk penderita diabetes? Susu dikenal sebagai minuman yang lezat dan menyehatkan. Sayangnya, penderita diabetes kerap merasa takut untuk minum susu karena khawatir akan membuat gula darahnya naik. Padahal, diabetes bukanlah halangan untuk mengonsumsi susu. Akan tetapi, tentu saja Anda harus memilih susu untuk diabetes yang tepat.

    Susu merupakan sumber penting kalsium, vitamin D, dan protein yang juga berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan cairan harian. Akan tetapi, bagi penderita diabetes tidak semua jenis susu baik untuk dikonsumsi.

    Penderita diabetes penting untuk memerhatikan kadar lemak jenuh, karbohidrat, dan gula yang terkandung di dalamnya. Dalam label kemasan susu, umumnya terdapat informasi mengenai jumlah kandungan tersebut.

    Berikut tips memilih susu untuk pasien diabetes yang perlu Anda perhatikan.

    1. Pilih susu yang rendah gula
      Orang yang menderita diabetes tak dapat membuat atau menggunakan insulin secara efektif. Insulin adalah hormon yang membantu mengatur gula darah dalam tubuh. Ketika insulin tidak dapat melakukan tugasnya, maka kadar gula darah pun bisa meningkat. Oleh sebab itu, penderita diabetes harus mengelola asupan gulanya.

      Susu umumnya mengandung 12 gram gula, namun penderita diabetes harus mencari susu yang memiliki kandungan gula paling sedikit per sajian. Sebab mengonsumsi susu yang tinggi gula dapat meningkatkan gula darah sehingga memperburuk kondisi diabetes. Selain itu, juga dapat menimbulkan komplikasi dan masalah kesehatan lain. Anda pun harus berhati-hati terhadap susu yang mengandung gula tambahan.

    2. Pilih susu yang rendah lemak
      Penderita diabetes berisiko menderita penyakit jantung akibat menurunnya kadar kolesterol baik dan meningkatnya kolesterol jahat dalam tubuh. Akan tetapi, Anda dapat mengendalikan kadar kolesterol dengan membatasi asupan lemak jenuh. Oleh sebab itu, Anda harus menghindari susu yang tinggi lemak jenuh dan trans.

      Asosiasi Diabetes Amerika pun menyarankan para penderita diabetes memilih susu yang rendah atau bebas lemak. Perlu Anda ketahui bahwa satu cangkir susu murni mengandung 149 kalori dan 5 gram lemak jenuh, sedangkan satu cangkir susu skim hanya mengandung 83 kalori dan 0,1 gram lemak.

    3. Pilih susu yang kaya kalsium
      Diabetes dapat meningkatkan peluang para penderitanya untuk mengalami patah tulang. Asupan yang kaya kalsium, seperti susu pun dibutuhkan untuk membantu menjaga tulang tetap kuat, serta melindungi tulang dari osteoporosis dan kekeroposan yang bisa menyebabkan patah tulang maupun menurunnya mobilitas.

      Oleh sebab itu, pilihlah susu yang kaya akan kalsium sehingga memungkinkan risiko terjadinya patah tulang menjadi lebih rendah. Selain itu, kombinasikan dengan mengonsumsi vitamin D yang dapat meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh juga bermanfaat untuk menjaga kepadatan tulang.

      Memilih susu untuk diabetes yang tepat tentu bisa memberi banyak manfaat. Akan tetapi, jika Anda keliru malah akan memperburuk kondisi diabetes yang diderita. Bagi Anda tidak menyukai susu sapi atau intoleran terhadap laktosa, maka susu kedelai menjadi alternatif yang sehat.

      SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.