Batuk Kering dan Basah pada Bayi, Bagaimana Membedakannya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi menangis (Pixabay.com)

    Ilustrasi bayi menangis (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada dua jenis batuk, yakni batuk kering dan batuk basah. Batuk bayi dapat berarti banyak hal yang berbeda. Terkadang sulit mengetahui apakah harus menghubungi dokter untuk meminta nasihat, membuat janji, atau langsung menuju ruang gawat darurat.

    Batuk adalah cara tubuh melindungi diri sendiri, jelas Howard Balbi, M.D., direktur penyakit menular anak di Nassau County Medical Center di East Meadow, New York, dikutip dari parents.com. Batuk berfungsi sebagai metode yang digunakan tubuh untuk menjaga saluran udara tetap jernih, membersihkan tenggorokan berdahak, tetesan postnasal (lendir hidung yang menetes ke bagian belakang tenggorokan), atau sepotong makanan yang menyangkut.

    Batuk kering bayi: Ini terjadi ketika bayi menderita pilek atau alergi. Batuk kering membantu membersihkan tetesan postnasal atau iritasi dari sakit tenggorokan.

    Batuk basah bayi: Ini hasil dari penyakit pernapasan yang menyertai infeksi bakteri. Batuk basah menyebabkan dahak atau lendir, yang mengandung sel darah putih untuk membantu melawan kuman, terbentuk di saluran udara bayi.

    Anak-anak dengan umur kurang dari 4 bulan tidak banyak batuk. Jadi, jika mereka melakukannya, ini serius, kata Catherine Dundon, profesor klinis pediatri di Sekolah Kedokteran Universitas Vanderbilt dan dokter anak di Goodlettsville, Tennessee.

    Jika bayi yang baru lahir batuk parah di musim dingin, misalnya, itu bisa menjadi virus pernapasan sinkronisasi (RSV), infeksi virus yang berbahaya untuk bayi. Begitu anak berusia lebih dari 1 tahun, batuknya tidak terlalu mengkhawatirkan dan sering kali itu hanya menandakan pilek.

    Hubungi dokter jika bayi memiliki gejala batuk dengan ciri-ciri apa pun dan berusia kurang dari 4 bulan. Batuk kering berhubungan dengan pilek tapi tidak demam, yang berlangsung 5-7 hari, batuk kering atau basah dengan pilek dan demam 38 derajat Celcius atau lebih, mengi (napas berbunyi) ringan.

    Namun, bayi juga bisa tersedak oleh makanan atau barang yang ia masukkan ke mulut. Jika Anda mencurigai tenggorokan bayi benar-benar tertutup, balikkan bayi dan segera berikan lima tepukan ringan pada punggung di antara tulang belikat. Jika tidak juga bisa membuat bayi bernapas, hubungi gawat darurat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.