Benarkah Angkutan Umum Bakal Tidak Laku Usai Pandemi COVID-19?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kereta Api Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi Kereta Api Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Institute for Business Value (IBM) terhadap 14.000 orang mengungkapkan sejumlah orang berencana untuk menggunakan kendaraan pribadi lebih banyak dibandingkan angkutan umum seusai pandemi virus corona atau. Popular Mechanics memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana orang akan menggunakan transportasi ketika dunia kembali beraktivitas normal dan mulai beradaptasi dengan virus corona.

    Secara keseluruhan, survei menunjukkan orang-orang mempertimbangkan kembali cara mereka dalam bepergian dengan transportasi umum, layanan perjalanan, dan transportasi pribadi.

    “IBM mensurvei 14.000 orang pada April dan lebih dari 17 persen mengatakan mereka berniat untuk menggunakan kendaraan pribadi lebih sering karena Covid-19,” tulis laporan tersebut.

    Sebanyak 20 persen orang yang sebelum pandemi rajin menggunakan angkutan umum, seperti kereta bawah tanah atau kereta api, mengatakan tidak lagi akan melakukannya. Sementara itu, 28 persen lainnya mengatakan bakal lebih jarang menggunakannya.

    Di Cina, penjualan mobil kembali bangkit setelah pemerintah setempat memulai kembali kegiatan bisnis dan memberikan sejumlah stimulus sehingga memicu pemulihan industri otomotif dari dampak virus corona. Di sisi lain, peningkatan penjualan itu juga didukung oleh sejumlah pernyataan dari para produsen mobil global. Volkswagen AG, misalnya, menyebutkan penjualan di Cina mulai meningkat karena masyarakat mulai menghindari penggunaan transportasi publik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.