Tips Berenang Aman bersama Balita

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keluarga berenang. jjbpools.com

    Ilustrasi keluarga berenang. jjbpools.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengajak balita ke kolam renang dan beraktivitas di air saat udara cerah boleh-boleh saja. Namun, bila anak belum bisa berenang, maka tugas orang tua untuk selalu waspada dalam menjaga. Lalai sekejap saja bisa berujung bahaya.

    Belajar cara pengamanan atau penyelamatan pada anak kecil di kolam renang juga dianjurkan buat para orang tua. Pemahaman soal penyelamatan itu diharapkan bisa meminimalisir risiko anak-anak tenggelam dan memaksimalkan kesenangan keluarga dengan menghabiskan waktu di kolam. Berikut beberapa tips berenang yang aman bersama anak-anak buat para orang tua, seperti yang dibagikan laman Very Well.

    Tetap di air bersama anak-anak
    Jangan pernah meninggalkan balita atau anak sangat kecil bermain sendiri di air, meski di kolam dangkal untuk anak-anak sekali pun. Kasus tenggelam bisa terjadi di genangan air sedalam 5 centimeter sekalipun.

    Jangan lengah
    Tenggelam bukan hanya bisa terjadi di kolam yang dangkal tapi juga dalam hitungan tak lebih dari dua menit. Karena itu, orang tua diimbau untuk terus mengawasi anak-anak, jangan meleng sebentar pun, bahkan untuk menjawab telepon sekali pun. Bila anak-anak sedang berada di dalam air, artinya kita harus selalu siap bereaksi bila ada sesuatu yang tak beres. Jadi, jauhkan ponsel agar kita tak tergoda untuk mengecek email atau media sosial.

    Pasang pagar pengaman
    Buat yang memiliki kolam sendiri di rumah, jangan lupa lengkapi dengan pagar pengaman sehingga anak tak bisa memasuki area kolam tanpa didampingi orang dewasa.

    Kursus berenang
    Mengajarkan berenang bisa membantu menurunkan risiko tenggelam pada anak-anak kecil. Bila orang tua tak bisa mengajarkan sendiri, masukkan anak ke kursus berenang. Belajar berenang bisa dimulai ketika anak sudah berusia 6 bulan.

    Siapkan jaket pelampung
    Banyak orang tua yang melengkapi anak-anak dengan berbagai jenis pelampung saat berenang. Ada yang dipasang di kedua lengan, leher, atau pelampung berbentuk bulat dengan lubang di tengah yang dipasang di pinggang. Tapi, semua perlengkapan itu tak bisa mencegah anak tenggelam, terutama bila berenang di perairan bebas seperti danau atau pantai. Akan lebih baik bila anak dipakaikan jaket pelampung. Dan bila anak sudah pakai jaket pelampung bukan berarti kita boleh lengah mengawasinya.

    Jangan abaikan peraturan
    Di mana pun berenangnya, di kolam umum atau pribadi, ada peraturan soal keamanan yang tak boleh dilanggar. Contohnya dilarang berlari di pinggir kolam, melompat-lompat, dan menyelam di kolam dangkal. Jangan biarkan anak melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

    Jangan biarkan anak buang air di kolam
    Meski anak-anak masih sangat kecil, jangan biarkan mereka buang air kecil di kolam. Ajarkan anak-anak untuk memberi tahu orang tua bila ingin pipis atau bila anak belum bisa bicara, tentukan waktu untuk membawanya ke kamar kecil, misalnya setiap setengah jam. Jangan membawa anak yang sedang diare berenang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.