Mal Buka, Ketahui ini sebelum Keliling saat Pandemi COVID-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pramuniaga memeriksa suhu tubuh pengunjung yang akam memasuki salah satu gerai pakaian di pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 29 Mei 2020. Sejumlah aturan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, pemeriksaan suhu tubuh dan jaga jarak diterapkan di pusat perbelanjaan tersebut seiring memasuki era normal baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Seorang pramuniaga memeriksa suhu tubuh pengunjung yang akam memasuki salah satu gerai pakaian di pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 29 Mei 2020. Sejumlah aturan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, pemeriksaan suhu tubuh dan jaga jarak diterapkan di pusat perbelanjaan tersebut seiring memasuki era normal baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Seiring dengan mulai diterapkannya new normal di masa pandemi Covid-19, beberapa pusat perbelanjaan pun akan kembali dibuka. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia DKI Jakarta, Ellen Hidayat, mengatakan saat ini tercatat setidaknya ada 67 mal anggota APPBI yang akan beroperasi pada 5 Juni 2020 dan enam pusat perbelanjaan pada 8 Juni 2020.

    Hal ini mungkin menjadi kabar baik bagi masyarakat, terlebih yang sudah hampir tiga bulan lamanya berdiam diri di rumah. Selain menyegarkan diri, keinginan untuk berbelanja pakaian dan barang lain juga akhirnya bisa terpenuhi.

    Namun, memperhatikan berbagai informasi sebelum memutuskan ke mal dan berbelanja pun tetap harus dilakukan. Melansir dari situs CNBC dan France News, berikut tiga hal yang wajib diketahui.

    Kurangi memegang benda
    Para ahli percaya cara utama penyebaran virus corona ialah lewat kontak langsung dengan percikan air liur. Misalnya, saat berbicara, batuk, atau bersin. Meski demikian, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan penularan bisa terjadi lewat virus yang menempel pada permukaan, seperti gagang pintu dan tombol lift. Jadi, jika memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan, hindari menyentuh barang-barang tak penting untuk mengurangi risiko tertular dari pasien positif tanpa gejala.

    Berhati-hati mencoba pakaian
    Ahli pengendalian infeksi sekaligus profesor di Universitas New South Wales, Australia, Mary-Louise McLaws, mengatakan pakaian memiliki risiko penularan yang rendah untuk virus. Meski begitu, bahan nonkain seperti kancing plastik bisa menjadi rumah sempurna bagi partikel virus.

    Selain itu, syal dan kacamata hitam yang harus kontak dengan wajah juga dapat meningkatkan kemungkinan infeksi jika barang tersebut sebelumnya terkontaminasi oleh orang lain.

    “Kita bisa meminta penjual untuk menggunakan pembersih terlebih dulu sebelum dicoba. Sebagian besar pembersih yang mengandung deterjen dan alkohol di atas 65 persen tidak akan merusak barang, tetapi ampuh mematikan virus,” katanya.

    Selalu mencuci tangan setelah berkegiatan di mal
    Selama di pusat perbelanjaan, Anda tentu akan memegang barang atau benda apapun secara tidak sadar sehingga mencuci tangan sangat penting untuk dilakukan setelah berkegiatan di mal. Gunakan air mengalir dan sabun setidaknya selama 20 detik. Apabila mencuci tangan di toilet mal, hindari mengeringkan dengan mesin atau mengelap langsung di pakaian. Sebaliknya, pilihlah tisu kering karena terbukti paling aman mencegah virus berterbangan dan menempel kembali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.