Obat Darah Rendah Tanpa Kimia, Ubah Gaya Hidup Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi air putih (pixabay.com)

    Ilustrasi air putih (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda mengalami masalah tekanan darah? Apa kira-kira obat darah rendah atau tekanan darah tinggi? Tekanan darah seseorang, berubah sepanjang hari. Kondisinya pun berbeda pada setiap orang. Ada juga banyak faktor yang mempengaruhi tekanan darah seseorang, misalnya posisi tubuh, irama napas, tingkat stres, aktivitas fisik, pengobatan yang sedang digunakan, makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta waktu saat pengukuran. Tekanan darah biasanya paling rendah di malam hari ketika tidur, dan berangsur-angsur naik ketika bangun tidur. 

    Kondisi normal tekanan darah untuk orang dewasa adalah sekitar 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg. Apabila seseorang memiliki tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg, maka ia kemungkinan menderita hipotensi atau tekanan darah rendah.

    Kebanyakan orang yang mengalami hipotensi atau tekanan darah rendah tidak memerlukan pengobatan atau tindakan medis tertentu untuk menaikkan tekanan darah. Dengan mengetahui penyebab tekanan darah rendah, Anda bisa segera mengambil tindakan sesuai dengan penyebab tersebut. Selain itu, ada banyak cara mengatasi darah rendah secara alami dan perubahan gaya hidup untuk menaikkan tekanan darah.

    1. Konsumsi lebih banyak garam
      Berkebalikan dari cara mengatasi tekanan darah tinggi, mengonsumsi garam disarankan sebagai cara mengatasi tekanan darah rendah yang cukup efektif.

    2. Hindari minuman beralkohol
      Minuman beralkohol dapat menurunkan tekanan darah. Jadi, penderita tekanan darah rendah perlu menghindari konsumsi alcohol secara berlebihan.

    3. Menemui dokter
      Diskusikan keluhan mengenai tekanan darah dengan dokter Anda karena bisa saja tekanan darah rendah yang tidak normal diakibatkan karena pengobatan yang sedang dijalani.

    4. Minum air putih yang banyak
      Minum air putih minimal 2 liter per hari dapat meningkatkan volume darah sehingga dapat mengatasi gejala darah rendah. Selain itu, dehidrasi juga bisa dihindari dengan minum air putih.

    5. Hindari mengubah posisi secara tiba-tiba
      Mengubah posisi secara tiba-tiba dari duduk lalu berdiri atau sebaliknya dapat mengakibatkan pusing dan kemungkinan terjatuh pada penderita tekanan darah rendah. Hal ini disebabkan karena jantung tidak memompa darah dengan cukup ke seluruh tubuh untuk memfasilitasi perubahan posisi secara tiba-tiba tersebut.

    6. Sadari jika gejala tekanan darah rendah sedang terjadi
      Tekanan darah rendah hanya dapat dianggap sebagai masalah jika terdapat gejala yang mengganggu aktivitas harian. Oleh sebab itu, tetap waspadai gejala dari tekanan darah rendah dan ketahui penyebabnya. Dengan demikian, bisa diketahui cara-cara mengatasi darah rendah secara efektif.

      SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Nyoblos di Saat Pandemi, Pilkada Berlangsung pada 9 Desember 2020

    Setelah tertunda karena wabah Covid-19, KPU, pemerintah, dan DPR memutuskan akan menyelenggarakan Pilkada 2020 pada 9 Desember di tahun sama.