Kenali 10 Penyebab Sakit Kepala, Ada Hipertensi Dan Kurang Tidur

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita memegang kepalanya. Unsplash.com/Mehrpouya

    Wanita memegang kepalanya. Unsplash.com/Mehrpouya

    TEMPO.CO, JakartaSakit kepala cukup sering dialami masyarakat. Saat sakit kepala bagian atas, Anda bisa merasakan sensasi tertekan di atas kepala seolah membawa beban yang berat. Kondisi ini bisa saja ringan atau berat. Penyebab sakit kepala bagian atas itu bisa banyak hal.

    Simak 10 penyebab sakit kepala bagian atas.

    1. Sakit kepala tegang (tension headache)
      Sakit kepala tegang merupakan penyebab paling umum dari sakit kepala bagian atas. Umumnya, rasa sakit yang muncul tumpul dan tak berdenyut, namun memberi tekanan yang konstan. Jika digambarkan, kepala terasa seperti terikat.

      Pada beberapa kasus, sakitnya bisa menjalar ke leher atau bahu. Ini dapat disebabkan oleh stres, kelelahan, terlalu membungkuk atau kurang minum. Meski dapat membuat tidak nyaman, namun biasanya sakit kepala ini tidak terlalu parah sehingga Anda masih bisa menjalankan aktivitas.

    2. Migrain
      Migrain juga dapat menyebabkan sakit kepala bagian atas. Ketika mengalami migrain, Anda akan merasakan sakit kepala berdenyut yang hebat. Rasa sakit tersebut seolah-olah menjalar dari bagian atas kepala pada satu sisi atau bagian belakang leher. Anda juga mungkin merasakan gejala migrain yang lain, seperti mual, sensitivitas terhadap cahaya dan suara, serta tangan yang dingin.

    3. Brain freeze
      Paparan suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan otak terasa seperti membeku. Hal ini dapat terjadi ketika Anda mengonsumsi es krim dalam jumlah yang banyak atau minum minuman yang sangat dingin. Brain freeze membuat Anda merasakan sakit kepala di bagian atas yang tajam meski hanya beberapa detik. Rasa sakit tersebut akan hilang begitu suhu dingin di kepala juga menghilang.

    4. Kurang tidur
      Kurang atau terganggunya tidur bisa memicu terjadinya sakit kepala. Rasa sakit yang muncul biasanya digambarkan seperti tekanan berat di atas kepala yang disertai dengan kelelahan atau kelesuan. Namun, menambah jam tidur dapat membantu mengurangi gejala yang terasa. Di samping itu, posisi tidur yang buruk juga dapat menyebabkan sakit kepala bagian atas setelah bangun tidur.

    5. Oksipital neuralgia
      Oksipital neuralgia adalah rasa sakit yang terjadi ketika saraf yang bergerak dari tulang belakang ke kulit kepala mengalami kerusakan, teriritasi, atau terjepit. Rasa sakit tersebut umumnya muncul di bagian belakang atau atas kepala seolah ada yang mengikat kepala Anda. Selain itu, Anda juga mungkin mengalami kesemutan atau tersentak karena rasa sakit yang mengejutkan.

    6. Sinus
      Memiliki sinus juga ternyata dapat menyebabkan sakit kepala di bagian samping atau atas. Sinus adalah peradangan pada dinding sinus atau rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara dalam tulang tengkorak. Gejala biasanya menghilang begitu masalah atau infeksi yang mendasari telah diobati. Biasanya gejala sinus diikuti dengan hidung tersumbat, nafas berbau, dab ingus berwarna kehijauan.

    7. Mengonsumsi terlalu banyak obat
      Mengonsumsi terlalu banyak obat dapat menyebabkan sakit kepala yang sering atau berulang. Namun, bisa juga rasa sakit yang muncul merupakan efek samping dari obat yang dikonsumsi. Jika Anda mengalami sakit kepala, hindari menggunakan obat bebas terlalu banyak karena dapat menambah ketidaknyamanan.

    8. Olahraga terlalu berat
      Pada sebagian orang, sakit kepala dapat dipicu oleh latihan intens secara tiba-tiba. Misalnya, berlari sprint tanpa pemanasan. Oleh sebab itu, sebelum memulai latihan fisik Anda harus melakukan pemanasan terlebih dahulu untuk menghindari risiko tersebut.

    9. Hipertensi
      Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan sakit kepala bagian atas. Sebab terjadi tekanan hingga area tempurung kepala. Sakit kepala ini sangatlah khas karena terasa seperti ada yang menguncir rambut di atas kepala. Anda juga mungkin merasakan gejala lain, termasuk penglihatan kabur, napas pendek, dan kebingungan.

    10. Sindrom vasokonstriksi serebral reversibel (RCVS)
      Ini merupakan kondisi langka di mana pembuluh darah di area otak mengerut sehingga memicu terjadinya sakit kepala yang parah di sekitar bagian atas kepala. Kondisi ini juga bisa menyebabkan stroke, pendarahan di otak, maupun gejala lain seperti lemah, kejang, dan penglihatan kabur.

      SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.