New Normal di Depan Mata, Ini Saran Ikatan Dokter Indonesia

Reporter:
Editor:

Anton Aprianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI memberikan imbauan kepada pengunjung untuk tetap menjaga jarak di AEON Mall, Tangerang, Banten, Jumat 29 Mei 2020. Sejumlah aturan protokol kesehatan penyebaran COVID-19 diterapkan di pusat perbelanjaan tersebut seiring memasuki era normal baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan

    Personel TNI memberikan imbauan kepada pengunjung untuk tetap menjaga jarak di AEON Mall, Tangerang, Banten, Jumat 29 Mei 2020. Sejumlah aturan protokol kesehatan penyebaran COVID-19 diterapkan di pusat perbelanjaan tersebut seiring memasuki era normal baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah sudah menyiapkan skenario tatanan baru atau New Normal di tengah pandemi virus Covid-19 atau Corona. Pemerintah mulai melakukan pembukaan sejumlah tempat yang sebelumnya menjadi pusat keramaian dengan menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah kegiatan ekonomi juga akan mulai dibuka.

    Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng Mohammad Faqih meminta pemerintah agar benar-benar mempertimbangkan seluruh syarat penerapan New Normal ini. Ia mengatakan, misalnya, sebaiknya New Normal dilakukan hingga kasus baru Covid-19 menyentuh angka satu persen.

    Ini, menurut Daeng Mohammad Faqih, kurva penurunan jumlah pasien virus Corona di Indonesia tidak merata. “Kalau kurva sudah menurun dan pertambahan kasus kasus di bawah 1 persen, itu sudah masuk kriteria untuk New Normal. Tapi kalau masih tinggi-tingginya seperti Jawa Timur bahkan mau mencapai puncak rasanya belum," katanya dalam webinar bersama Betadine pada 1 Juni 2020.

    Jika tetap ingin menerapkan New Normal, menurut Daeng Mohammad Faqih, maka sebaiknya itu juga dilakukan secara bertahap. Misalnya dari kota-kota dengan kasus terendah dahulu dan tidak serentak secara nasional. “Ada standar yang bisa diterapkan berdasarkan skala prioritas dengan pentahapan misalnya daerah mana yang masuk indikasi epidemiologis dahulu,” katanya.

    Daeng Mohammad Faqih berharap agar pusat perbelanjaan tidak langsung dibuka seluruhnya. Mengingat ini akan meningkatkan risiko penyebaran virus Corona seiring dengan banyaknya orang datang ke mal. “Aktivitasnya teratur tidak sekaligus. Ini juga berlaku pada perkantoran atau pabrik yang kawasannya terpisah dengan penduduk,” katanya. 

    Terakhir, ia berharap agar masyarakat dapat selalu menjaga diri seiring dengan penyebaran Covid-19 yang belum menemukan titik terang. “Protokol kesehatan harus disiapkan agar bisa diterapkan di lingkungan kantor, tempat ibadah, atau yang lainnya," katanya. 

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Nyoblos di Saat Pandemi, Pilkada Berlangsung pada 9 Desember 2020

    Setelah tertunda karena wabah Covid-19, KPU, pemerintah, dan DPR memutuskan akan menyelenggarakan Pilkada 2020 pada 9 Desember di tahun sama.