7 Jenis Pekerjaan yang Muncul Akibat Pandemi Corona

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa penerima suap pengurusan izin impor bawang putih I Nyoman Dhamantra (kiri) diperiksa suhu tubuhnya sebelum menjalani sidang secara virtual di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Terdakwa penerima suap pengurusan izin impor bawang putih I Nyoman Dhamantra (kiri) diperiksa suhu tubuhnya sebelum menjalani sidang secara virtual di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Seiring dengan pandemi Covid-19, beberapa orang mungkin mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menjadi pengangguran. Namun, banyak pula yang justru mendapatkan peluang pekerjaan baru.

    Melansir dari situs CNBC, seorang ekonom tenaga kerja di sebuah pasar kerja, ZipRecruiter, Julia Pollak mengatakan bahwa setidaknya ada tujuh peluang kerja yang justru muncul akibat merebaknya virus corona. Apa saja?

    1. Petugas rapid tes
      Para petugas rapid tes ini akan melakukan tes usap di rumah sakit, panti jompo, pabrik dan kantor. Umumnya, posisi kemungkinan akan diisi oleh perawat. Adapun bayarannya bisa mencapai AS 45 dolar atau setara dengan Rp 650 ribu per jam. "Ini akan menjadi pekerjaan yang dibutuhkan untuk sementara waktu, khususnya ketika pabrik dan perusahaan mulai dibuka kembali,” katanya.

    2. Pengasuh pasien Covid-19
      Terdapat lonjakan permintaan pengasuh untuk merawat ratusan ribu orang Amerika yang positif Covid-19. Tentu saja, orang ingin mempertimbangkan risiko terhadap kesehatan mereka sendiri dari pekerjaan semacam itu. Namun upah yang bisa didapatkan sekitar AS 25 dolar atau setara dengan Rp 360 ribu per jam.

    3. Pelacak ODP
      Pelacak orang dalam pengawasan akan menghubungi beberapa masyarakat yang mungkin telah berkontak dengan pasien positif Covid-19. Mereka akan memberikan bantuan berupa saran sekaligus menjadwalkan waktu tes rapid. Adapun pekerjaan ini bisa dilakukan dari rumah dengan kondisi paruh waktu. Umumnya, pelacak ODP akan dibayar hingga AS 25 dolar atau setara dengan hampir Rp 360 ribu per jam.

    4. Pengecek suhu
      Seiring dengan gejala khas Covid-19 yang termasuk demam atau suhu badan di atas 38 derajat selsius, setiap orang yang akan pergi ke tempat keramaian harus di cek temperatur tubuhnya. Tak heran banyak stadium olahraga, bandara, restoran, rumah sakit hingga sekolah, membutuhkan tenaga pengecek suhu. Adapun mereka akan dibayar hingga AS 25 dolar atau setara dengan hampir Rp 360 ribu per jam.

    5. Petugas penegak hukum
      Kota-kota akan mempekerjakan petugas yang bertugas untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pelanggaran jarak sosial dan kebijakan terkait Covid-19 lainnya. Umumnya pekerjaan itu dapatkan bayaran hingga AS 30 dolar atau setara dengan Rp 430 ribu per jam.

    6. Pembuat masker wajah
      Orang-orang di seluruh negeri tentu diwajibkan untuk menggunakan masker saat pergi keluar rumah. Hal ini membuat karyawan pembuat masker wajah pun sangat dibutuhkan. Biasanya para pekerja akan dibayar setinggi AS 18 dolar atau setara dengan Rp 260 ribu per jam.

    7. Ahli tekonologi
      Karena guru beradaptasi dengan ruang kelas virtual, dan dokter melakukan konsultasi secara online, tentu ada kebutuhan yang meningkat terkait dukungan teknis untuk platform teknologi. "Ada permintaan besar bagi orang-orang yang dapat membantu memfasilitasi pertemuan video," kata Pollak. Bayaran bisa mencapai AS 25 dolar atau setara dengan Rp 360 ribu per jam.

      SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | CNBC

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Nyoblos di Saat Pandemi, Pilkada Berlangsung pada 9 Desember 2020

    Setelah tertunda karena wabah Covid-19, KPU, pemerintah, dan DPR memutuskan akan menyelenggarakan Pilkada 2020 pada 9 Desember di tahun sama.