Virus Corona Pengaruhi Sistem Saraf, Simak Penjelasan Peneliti

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Para peneliti dari Universitas Cincinnati di Amerika Serikat dan sejumlah lembaga penelitian di Italia menemukan virus corona dapat mempengaruhi sistem saraf pusat. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Radiology ini meneliti gejala neurologis pada 725 pasien yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi Covid-19 antara 29 Februari-4 April 2020.

    Dari jumlah tersebut, 108 orang (15 persen) memiliki gejala neurologis yang serius dan menjalani pencitraan otak atau tulang belakang. Sebagian besar pasien (99 persen) memiliki CT scan otak, sementara 16 persen memiliki pencitraan CT kepala dan leher dan 18 persen memiliki MRI otak.

    Peneliti menemukan 59 persen pasien melaporkan kondisi mental yang berubah dan 31 persen mengalami stroke, yang merupakan gejala neurologis paling umum. Pasien juga mengalami sakit kepala (12 persen), kejang (9 persen), dan pusing (4 persen), di antara gejala lain.

    Abdelkader Mahammedi, asisten profesor radiologi di UC dan neuroradiolog kesehatan UC mengatakan ini adalah studi terbesar dan pertama dalam literatur yang mencirikan gejala neurologis dan fitur neuroimaging pada pasien Covid-19.

    "Pola yang baru ditemukan ini dapat membantu dokter lebih baik dan lebih cepat mengenali hubungannya dengan Covid-19 dan mungkin memberikan intervensi sebelumnya,” ujarnya, dikutip dari Express UK.

    Dia mengatakan perubahan status mental lebih umum pada orang dewasa yang lebih tua. Sementara hasil menunjukkan fitur neuroimaging pasien dengan COVID-19 bervariasi dan perubahan status mental dan stroke adalah yang paling umum pada pasien. Mahammedi mengatakan penelitian ini mengungkapkan ada kondisi lain yang harus diwaspadai. Karena itu perlu penelitian lebih lanjut.

    "Saat ini, kami memiliki pemahaman yang buruk tentang gejala neurologis pada pasien Covid-19, apakah ini timbul dari penyakit kritis atau dari invasi langsung sistem saraf pusat SARS-CoV-2. Kami berharap penelitian lebih lanjut tentang hal ini akan membantu dalam mengungkap petunjuk dan memberikan intervensi yang lebih baik untuk pasien," tambah Mahammedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.