Tak Bisa Wisuda Karena Pandemi? Ini Pesan Daniel Mananta

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daniel Mananta. Instagram.com

    Daniel Mananta. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lulus sekolah dan kuliah tentu menjadi momen yang paling dinantikan oleh para pelajar. Umumnya, ini akan dirayakan dengan wisuda bersama satu angkatan. Sayangnya dikarenakan pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun ini, perayaan tersebut tak bisa dilaksanakan. Beberapa wisudawan yang luslus pada 2020 ini mungkin kecewa, namun sebagai bentuk semangat, pembawa acara Daniel Mananta melalui unggahan foto dan di akun Instagram pribadi @vjdaniel memberikan semangatnya. Tepatnya pada 6 Juni 2020, ia terlihat menunjukkan potret dirinya yang sedang di wisuda.

    Uniknya, pria lulusan strata satu bisnis administrasi di Edith Cowan University, Australia Barat itu tidak menggunakan atribut lengkap. “Di foto saya, Anda mungkin memperhatikan kalau saya tidak memakai toga. Padahal kalau di film-film, mereka melempar topi dan bagus kalau di foto,” katanya.

    Kejadian tersebut pula yang ingin ditekankan Daniel kepada para wisudawan tahun 2020. “Kok saya jadi beda dan enggak sama dengan yang lain? Mungkin ini sama dengan kalian yang lulus tahun ini, karena wisudanya terasa berbeda,” katanya.

    Meski begitu, pelajaran penting justru bisa dipetik oleh Daniel. Berdasarkan pengalamannya pribadi, wisuda tidak menjadi suatu hal yang signifikan dalam hidup. Melainkan, banyak peristiwa yang justru jauh lebih penting dari kelulusannya itu sendiri.

    Salah satu diantaranya termasuk melihat orang tua bangga atas pencapaian kita. “Kalau saya pikir-pikir, ternyata topi wisuda saya tidak sepenting air mata bangga ayah dan ibu ketika saya menunjukkan sertifikat kelulusan,” katanya.

    Selain itu, Daniel juga mengaku bahwa foto dirinya di atas panggung yang sedikit buram tidak diperlukan untuk melamar pekerjaan. Intinya, pengalaman semasa kuliah lah yang lebih penting untuk menjadi orang sukses di masa mendatang. “Saya tersadar, karakter yang terbangun melalui kesulitan menghadapi ujian lah yang lebih penting,” katanya.

    Daniel juga menunjukkan rasa bangganya pada seluruh angkatan lulusan 2020. Menurutnya, mereka termasuk angkatan terkuat. Sebab mereka sudah disiplin dalam menjalani kehidupan khususnya di tengah pandemi Covid-19. “Kalian tetap disiplin sekolah online dengan mengalahkan godaan tidak main game walaupun tidak ada guru yang mengawasi. Jadi, selamat!,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | INSTAGRAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.