Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ragam Terapi yang Bisa Dilakukan untuk Atasi Penyakit Langka ALS

Ilustrasi ALS atau Amyotrophic lateral sclerosis / kursi roda / disabilitas / difabel. Shutterstock
Ilustrasi ALS atau Amyotrophic lateral sclerosis / kursi roda / disabilitas / difabel. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan asisten pelatih Luis Enrique di Barcelona, Juan Carlos Unzue baru-baru ini mengumumkan kabar yang mengejutkan tentang kondisi kesehatannya. Melansir dari situs Reuters, ia diketahui mengidap penyakit neurologis langka Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).

ALS sendiri adalah penyakit pada sistem saraf progresif yang mempengaruhi sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Ini menyebabkan hilangnya kontrol otot sehingga penderitanya akan kesulitan untuk bergerak, berbicara, makan, ataupun bernapas.

Sayang, tidak ada pengobatan yang dianggap ampuh untuk mengatasi Amyotrophic Lateral Sclerosis. Namun, masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala, mencegah komplikasi yang tidak diinginkan, dan memperlambat laju perkembangan penyakit. Apa saja?

Melansir dari situs Medical News Today dan Web MD, berikut adalah 4 terapi untuk penyakit ALS.

  1. Terapi fisik
    Terapi fisik dapat membantu orang dengan ALS untuk mengelola nyeri dan mengatasi masalah mobilitas. Gerakan yang umumnya diberikan ialah olahraga intensitas rendah (berguna untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan kesejahteraan secara keseluruhan). Membantu untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal, menggunakan alat bantu mobilitas seperti alat bantu jalan dan kursi roda serta perangkat seperti landai juga disarankan.

  2. Terapi okupasi
    Terapi okupasi juga dapat membantu pasien ALS mempertahankan independensinya lebih lama. Secara khusus, ini ampuh menolong mengkompensasi kelemahan tangan dan lengan mereka. Terapi ini dilakukan lewat pemilihan peralatan yang adaptif dan teknologi tambahan untuk rutinitas harian mereka.

  3. Terapi pernapasan
    Terapi pernapasan mungkin diperlukan pada waktunya, karena pada pasien ALS, otot-otot pernapasan akan menjadi semakin lemah. Terapi pernapasan lewat alat bantu yang biasa digunakan pasien untuk bernafas lebih baik di malam hari umumnya adalah ventilasi mekanis. Salah satu ujung tabung terhubung ke respirator, sedangkan ujung lainnya dimasukkan ke batang tenggorokan melalui lubang yang dibuat melalui pembedahan di leher, atau trakeostomi.

    Iklan
    Scroll Untuk Melanjutkan

  4. Terapi wicara
    Terapi wicara bermanfaat ketika pasien ALS mulai sulit berbicara. Terapis wicara dapat membantu dengan mengajarkan teknik adaptif. Metode komunikasi lain termasuk menulis dan peralatan komunikasi berbasis komputer juga termasuk dalam terapi ini.

  5. Dukungan nutrisi
    Dukungan nutrisi sangatlah penting, karena kesulitan menelan dari pasien ALS dapat menyulitkan untuk mendapatkan nutrisi yang cukup. Ahli gizi dapat menyarankan untuk menyiapkan makanan bergizi yang lebih mudah ditelan. Perangkat hisap dan tabung pengisi juga dapat membantu.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | REUTERS | MEDICALNEWSTODAY | WEBMD

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Penyebab Gejala Demensia pada Lansia dan Cara Mengatasinya

5 jam lalu

Ilustrasi demensia/Alzheimer. Wisegeek.com
Penyebab Gejala Demensia pada Lansia dan Cara Mengatasinya

Mengenal gejala demensia pada lansia, penyebab dan cara mengatasinya. Langkah penting dalam mendiagnosis dan mengelola kondisi ini dengan baik.


Ini Risiko Mengonsumsi Hewan Ternak Pemakan Sampah

1 hari lalu

Sejumlah sapi mencari makan ditumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, Kampung Ciangir, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu, 7 Agustus 2019. Mendekati Idul Adha 1440 H sejumlah pemilik sapi di kawasan tersebut Ikut menjual hewannya untuk kurban. ANTARA/Adeng Bustomi
Ini Risiko Mengonsumsi Hewan Ternak Pemakan Sampah

Menyembelih hewan ternak pemakan sampah untuk ibadah kurban sangat tidak disarankan karena berisiko.


Diabetes hingga Kanker Payudara, Berikut Sederet Penyakit Silent Killer

2 hari lalu

ilustrasi diabetes (pixabay.com)
Diabetes hingga Kanker Payudara, Berikut Sederet Penyakit Silent Killer

Silent killer adalah penyakit mematikan yang tidak memiliki gejala atau indikasi yang terlihat kentara. Apa saja penyakit tersebut?


Mengenal Disease X, Penyakit Misterius yang Bisa Sebabkan Pandemi Lebih Mematikan

3 hari lalu

Patients lie on beds in the emergency department of a hospital, amid the coronavirus disease (COVID-19) outbreak in Shanghai, China January 4, 2023.  Hospitals in Shanghai were overwhelmed by visitors on Wednesday (January 5) as international health experts predict at least one million deaths in China this year, but Beijing has reported five or fewer deaths a day since the policy u-turn. REUTERS/Staff
Mengenal Disease X, Penyakit Misterius yang Bisa Sebabkan Pandemi Lebih Mematikan

Disease X istilah yang digunakan WHO untuk merujuk pada penyakit baru belum teridentifikasi secara spesifik


Tingkatkan Kesehatan Fisik dan Mental dengan Seni

4 hari lalu

Ilustrasi wanita menggambar. Unsplash.com/Stefan Stefancik
Tingkatkan Kesehatan Fisik dan Mental dengan Seni

Ada banyak cara di mana seni dapat digunakan untuk memperbaiki kesehatan fisik, mental, dan emosional. Berikut di antaranya.


Tahapan Papiledema, Kondisi Pembengkakan Saraf Optik Mata

6 hari lalu

ilustrasi periksa mata (pixabay.com)
Tahapan Papiledema, Kondisi Pembengkakan Saraf Optik Mata

Mantan kiper timnas Indonesia, Kurnia Meiga mendapat pemeriksaan dari ahli kesehatan karena mengalami papiledema


Penyakit Degeneratif Saraf, Apa Penyebab dan Gejalanya?

9 hari lalu

Ilustrasi otak. Pixabay
Penyakit Degeneratif Saraf, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Penyakit degeneratif saraf adalah kondisi yang mempengaruhi cara kerja tubuh


1 dari 2 Penderita Diabetes Mengalami Neuropati, Ini Gejala dan Akibatnya

11 hari lalu

Ilustrasi diabetes. Freepik.com
1 dari 2 Penderita Diabetes Mengalami Neuropati, Ini Gejala dan Akibatnya

Sebanyak 80 persen orang yang memiliki neuropati perifer tidak menyadari memiliki penyakit ini karena tidak terdiagnosa, termasuk penderita diabetes.


Australia Berikan 500 Ribu Dosis Vaksin Penyakit LSD ke Indonesia

13 hari lalu

Ilustrasi sapi. ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo
Australia Berikan 500 Ribu Dosis Vaksin Penyakit LSD ke Indonesia

Australia menyerahkan 500 ribu dosis vaksin penyakit lumpy skin disease (LSD) untuk Indonesia sebagai bagian dari kerja sama menangani penyakit LSD.


Peran Penting Keluarga dalam Penyembuhan Pasien Stroke

13 hari lalu

Ilustrasi stroke.saga.co.uk
Peran Penting Keluarga dalam Penyembuhan Pasien Stroke

Keluarga berperan penting dalam proses terapi penyembuhan pasien stroke karena mayoritas dilakukan dalam pengawasan keluarga di rumah.