Anda Kecanduan Cinta? Kenali Cirinya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan jatuh cinta. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan jatuh cinta. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - The Ranch Treatment Center menguraikan kecanduan cinta adalah rasa putus asa untuk menemukan seseorang untuk dicintai yang dipicu oleh ketakutan irasional untuk sendirian atau ditolak. Tapi, Anda tidak sendirian. Berdasarkan studi, sebanyak 10 persen populasi dunia mungkin mengalami kecanduan ini.

    Menurut Dr. Becky Whetstone, seorang terapis yang mengkhususkan diri dalam kecanduan cinta, pecandu cinta biasanya menunjukkan tanda-tanda ketergantungan pada pasangan dan kadang-kadang kehilangan kontak dengan kenyataan. Berikut tujuh tanda Anda mungkin kecanduan cinta.

    Selalu cemas pasangan akan meninggalkan
    Semua pecandu cinta takut ditinggalkan oleh pasangan dan dibiarkan sendirian. Whetstone mengatakan bahkan ketika seorang pecandu cinta menjalin hubungan dengan orang yang bikin terobsesi, mereka tidak pernah merasa aman dalam mempercayai pasangan.

    "Mereka akan tampak sangat tidak aman dan cemas dan membutuhkan," kata Whetstone. Jika pecandu cinta yang menghindar, Anda menjauhi keintiman emosional dengan cara apa pun.

    Kecanduan cinta dapat terwujud dalam dua cara, obsesi atau penghindaran
    Menurut Whetstone, pecandu cinta ada dua tipe. Pertama yang pura-pura tidak butuh, dan satu lagi obsesif. Meski pura-pura tak butuh terlihat mereka seolah acuh, mereka sama kecanduan cinta dengan si obsesif.

    "Pada tingkat sadar, seolah acuh tetapi di bawah lapisan itu mereka takut ditinggalkan," kata Whetstone.

    Tidak dapat berhenti memikirkan orang lain sampai pada tingkat obsesif
    Ketika pecandu cinta menyukai seseorang, maka dia akan berusaha keras mengejar dan mendapatkannya. Bahkan, mungkin dengan cara-cara gila hingga cenderung berbahaya.

    Pasangan adalah satu-satunya hal yang membuat Anda merasa baik dalam hidup
    Ketika seseorang kecanduan cinta, semua harga diri, perasaan positif, dan bahkan tujuan hidup terletak pada orang yang mereka obsesikan.

    "Mereka menaruh semua perasaan baik mereka tentang diri mereka sendiri dan mendasarkannya pada hubungan ini," kata Whetstone.

    Ini ketergantungan yang terjadi ketika satu orang tidak mampu mandiri atau berjuang sendiri, menjadi sebagian atau seluruhnya bergantung pada pasangannya, menurut WebMD.

    Trauma masa kecil yang belum terselesaikan
    Salah satu penyebab eksternal utama kecanduan cinta, menurut Whetstone, adalah sesuatu yang disebut kehilangan kasih sayang ibu, keinginan untuk seorang ibu yang mencintai tanpa syarat yang tidak ada di masa kecil. Sebanyak 100 persen pecandu cinta memiliki hubungan dengan ibunya yang jauh dan mengalami pola pengasuhan yang kurang baik.

    Merasa pasangan adalah satu-satunya hal terbaik
    Karena salah satu pilar kecanduan cinta adalah ketergantungan pada pasangan, putus cinta bisa terasa mustahil, terlepas dari apakah hubungan itu beracun atau tidak. Whetstone mengatakan ketergantungan pada pasangan bisa sama dengan kebutuhan pecandu narkoba. Seseorang mungkin tahu pasangannya buruk tetapi tidak bisa menahan diri untuk tidak kembali.

    Cepat melupakan
    Whetstone mengatakan orang yang kecanduan cinta bisa sangat mudah melupakan mantan dan mencari gantinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.