Tren Bersepeda di masa Pandemi, Ini yang Perlu Diperhatikan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bersepeda di masa pandemi.

    Ilustrasi bersepeda di masa pandemi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bersepeda kini kembali tren. Dokter olahraga Andhika Rospati mengatakan bersepeda merupakan salah satu bentuk olahraga kardiovaskuler yang bisa meningkatkan denyut nadi seseorang dan sangat bagus bagi kesehatan jantung dan paru-paru.

    "Namun, yang perlu diingat dan diwaspadai, tidak semua orang sanggup meningkatkan denyut nadinya secara drastis, apalagi bila memiliki masalah jantung dan pembuluh darah atau belum terbiasa," kata Andhika.

    Andhika mengatakan orang yang memiliki masalah jantung dan pembuluh darah, olahraga kardiovaskuler seperti bersepeda secara berlebihan justru berbahaya. Buat yang baru mulai bersepeda pun Andhika menyarankan untuk melakukan secara bertahap, jangan langsung bergabung dengan orang-orang yang selama ini sudah terbiasa olahraga sepeda.

    "Pastikan kondisi medis masing-masing, apakah aman melakukan jenis olahraga tertentu. Berikutnya, kita harus tahu seberapa bugar diri, kalau baru memulai jangan langsung ikut yang sudah terbiasa bersepeda," tuturnya.

    Di sisi lain, Andhika mengatakan bersepeda memiliki dampak yang bagus bila dilakukan secara teratur pada kesehatan jantung dan paru-paru. Latihan kardiovaskuler seperti bersepeda juga dapat mencegah berbagai penyakit, mengurangi risiko obesitas, dan meningkatkan imunitas.

    "Bersepeda juga memberikan manfaat lebih nyaman untuk yang susah untuk berlari karena obesitas atau ada keluhan di lutut," jelasnya.

    Selain itu, Andhika menilai bersepeda menjadi tren belakangan ini karena dapat menjadi sarana transportasi. Apalagi pada masa pandemi COVID-19, banyak orang yang masih enggan menggunakan kendaraan umum selain karena penumpangnya juga dibatasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Sirna dalam 6 Nama Kronologi Pelarian Djoko Tjandra

    Setelah 11 tahun, Djoko Tjandra akhirnya ditangkap di Malaysia. Ada nama Pinangki Sirna Malasari dalam pelarian buron kasus cessie Bangk Bali itu.