Acuh di Masa New Normal, Ini Penyebabnya Menurut Psikolog

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penerapan New Normal di Kantor. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

    Ilustrasi penerapan New Normal di Kantor. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak semua orang mau mematuhi protokol kesehatan. Pada masa new normal ini atau bahkan sejak tiga bulan COVID-19 menjadi pandemi, ada tipe orang yang terkesan acuh pada protokol kesehatan, mulai dari enggan mengenakan masker saat ke luar rumah, mencuci tangan usai berkegiatan, hingga menjaga jarak fisik dan sosial.

    Psikolog Ajeng Raviando menilai mereka ini sebenarnya tak pernah menerapkan protokol kesehatan sejak awal dan merasa sehat-sehat saja dan kebal terhadap COVID-19.

    "Orang-orang yang memang dari awal enggak mematuhi protokol kesehatan. Ada orang yang tetap enggak pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dia fine-fine saja menurutnya. Dia akan punya asumsi dan persepsi terhadap dirinya, 'Ah enggak apa-apa, kemarin sudah tiga bulan aku enggak pakai macam-macam tetap sehat-sehat saja'," ujar Ajeng.

    Tetapi, di sisi lain ada orang yang sudah merasa lelah menerapkan protokol kesehatan sejak tiga bulan terakhir lalu ingin kembali ke masa sebelum pandemi terjadi.

    "Tetapi ada juga orang yang denial, merasa ngapain pusing-pusing amat, lalu keinginan kembali ke masa sebelumnya besar. Banyak orang yang berpikir ingin seperti dulu, bertemu bisa berpelukan, salaman, cipika-cipiki. Pada akhirnya, ketika PSBB dilonggarkan ya ada juga yang bablas," tutur Ajeng.

    Menurutnyaa, masa normal baru bukan berarti kembali ke masa normal sebelum pandemi terjadi, tetapi ada perubahan yang sifatnya dinamis. Salah satunya menjadikan protokol kesehatan, mulai dari mengenakan masker, cuci tangan, menjaga jarak sebagai budaya baru.

    "This is not only the new normal, menurut saya, memang awalnya new normal tetapi setelah itu sudah harus menjadi new culture, this is our way of life. Jadi, jangan lupa apa yang dilakukan protokol kesehatan sudah menjadi kebiasaan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Sirna dalam 6 Nama Kronologi Pelarian Djoko Tjandra

    Setelah 11 tahun, Djoko Tjandra akhirnya ditangkap di Malaysia. Ada nama Pinangki Sirna Malasari dalam pelarian buron kasus cessie Bangk Bali itu.