Pakar: Jangan Langsung Sebut Minyak Kayu Putih Obat Antivirus

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kalung kesehatan andari tanaman eucalyptus. (Dok. Kementan)

    Kalung kesehatan andari tanaman eucalyptus. (Dok. Kementan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) siap mendukung penelitian dan uji klinis untuk mengetahui khasiat produk ekaliptus, termasuk minyak kayu putih dan kalung ekaliptus, untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh serangan virus seperti COVID-19.

    "FKUI dengan Indonesia Medical Education Research Institute (IMERI) sedang giat-giatnya melakukan riset kedokteran untuk COVID-19 dan siap bekerja sama dengan balai besar penelitian veteriner untuk melakukan uji animal dan uji klinis dengan produk minyak kayu putih ini," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Ari Fahrial Syam.

    Dalam siaran pers FKUI, dia mengemukakan bahwa efek antivirus minyak kayu putih dan varian produk berbahan ekalyitus lain masih harus diteliti lebih lanjut. Demikian pula khasiatnya dalam menangkal COVID-19.

    Ia mengatakan riset mengenai khasiat produk berbahan ekaliptus untuk mengatasi COVID-19 saat ini baru dilakukan pada tingkat sel, pada tahap in vitro, belum secara spesifik diujikan pada virus corona penyebab COVID-19.

    "Saat ini, harapan masyarakat, media, dan pemerintah begitu besar terhadap penanganan COVID-19 sehingga penelitian baru di tingkat sel saja langsung diklaim sebagai obat antivirus," katanya.

    "Jangan skeptis atas hasil penelitian in vitro bahwa minyak kayu putih ada efek positif untuk virus COVID-19, tapi juga tidak boleh berlebihan beranggapan hasil penelitian in vitro langsung diklaim sebagai antivirus COVID-19, masih butuh perjalanan riset yang panjang untuk sampai bisa klaim sebagai antivirus," tambahnya.

    Ari mengemukakan bahwa varian produk berbahan ekaliptus belum bisa diklaim sebagai obat antivirus.

    "Jadi, saya tidak setuju jika kalung minyak kayu putih disebut sebagai kalung antivirus. Cukuplah disebut kalung kayu putih. Saya berharap riset minyak kayu putih tersebut berlanjut karena minyak kayu putih memang sudah kita gunakan sejak dulu kala dan juga sampai hari ini untuk berbagai masalah kesehatan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.