3 Solusi Tidur dengan Rambut Basah agar Tak Berdampak Buruk

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tidur (pixabay.com)

    Ilustrasi tidur (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidur dengan rambut basah disebut bisa menyebabkan masalah, misalnya jamur di kepala. Lalu, bagaimana bila terpaksa tidur dengan rambut yang masih basah, misalnya habis keramas setelah bepergian?

    Jika terpaksa tidur tanpa bisa terlebih dulu mengeringkan rambut, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar rambut tidak rusak dan muncul masalah kesehatan lain.

    Oleskan minyak kelapa
    Ada bukti minyak kelapa melindungi rambut basah dari kerusakan. Saat basah, rambut menyerap air dan rentan rusak. Minyak kelapa mengurangi jumlah air yang diserap sehingga mengurangi risiko rusak. Namun, mengoleskan minyak pada rambut tidak disarankan jika menderita eksim seboroik karena minyak kelapa dapat memperburuk keadaan.

    Pakai kondisioner
    Kondisioner membantu menutup kutikula rambut, mengurangi gesekan. Rambut yang di-bleaching atau mendapatkan perawatan bahan kimia dapat memperoleh manfaat lebih penggunaan kondisioner. Hilangkan air dari rambut sebisa mungkin. Semakin sedikit air di rambut, semakin meminimalisir kerusakan yang terjadi. Pastikan mengurai rambut sebelum tidur untuk membantu menghindari tekanan ekstra pada rambut.

    Sarung bantal sutra bisa membantu
    Ada beberapa bukti tidur dengan sarung bantal sutra lebih baik untuk kulit karena tak kering dan memberikan permukaan tanpa gesekan. Meskipun tidak ada bukti manfaatnya untuk rambut, permukaan yang lebih lembut juga dapat membantu mengurangi kerusakan jika tidur dengan rambut basah, atau kering dalam hal ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Sirna dalam 6 Nama Kronologi Pelarian Djoko Tjandra

    Setelah 11 tahun, Djoko Tjandra akhirnya ditangkap di Malaysia. Ada nama Pinangki Sirna Malasari dalam pelarian buron kasus cessie Bangk Bali itu.