Suka Cek HP Pasangan, Termasuk dalam Hubungan Cinta yang Sehat?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan. Unsplash.com/Annette Sousa

    Ilustrasi pasangan. Unsplash.com/Annette Sousa

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi sebagian besar pasangan, saling meminjam ponsel adalah hal yang wajar. Umumnya, ini dilakukan untuk memantau kegiatan pasangan. Misalnya, mereka ingin saling tahu dengan siapa pasangan berkomunikasi serta foto dan video seperti apa yang disimpan.

    Namun, apakah mengamati gadget pasangan itu termasuk dalam jenis pacaran yang sehat? Psikolog sekaligus co-founder Listen Works di India, Puja Dedhia pun angkat bicara. Menurutnya, hal tersebut tidak benar dan justru salah jika terus dipertahankan dalam membina suatu hubungan.

    Kepada situs Times of India, Puja menjelaskan bahwa hubungan yang sehat itu seharusnya dibangun atas dasar kepercayaan. “Dengan melihat isi handphone pasangan, jelas terlihat bahwa adanya keraguan tentang keyakinan dalam hubungan. Tentunya hal tersebut harus segera diatasi agar nantinya tak berujung toxic,” katanya.

    Puja juga mengingatkan pentingnya keterbukaan dan komunikasi yang baik dalam membina suatu hubungan. “Dengan dijalankannya kedua hal ini, setiap pasangan pasti tidak perlu lagi mencari tahu segala sesuatu tentang pasangan mereka lewat gadget yang digunakan. Jika Anda dan pasangan memiliki masalah komunikasi, maka ini saat yang tepat untuk belajar terbuka,” katanya.

    Sementara itu, psikolog di Amerika Serikat Ryan Howes mengingatkan pentingnya rasa hormat dalam menjalani suatu hubungan. Menurutnya, hubungan yang transparan memang penting, namun tidak melupakan adanya ruang pribadi dari masing-masing individu yang tetap harus dijaga.

    “Pasangan Anda memang harus mengetahui orang-orang dalam hidup Anda, komitmen pekerjaan Anda, impian dan tujuan pribadi Anda, begitupun sebaliknya. Tapi ingat bahkan dia juga membutuhkan personal space dimana hanya dia dan dirinya saja yang tahu. Hargailah itu jika hubunganmu ingin bahagia,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | TIMESOFINDIA | HUFFINGTONPOST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.