Siswa Secapa AD Terpapar Virus Corona, Ini Sebabnya Menurut Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerbang utama Secapa TNI AD di Hegarmanah, Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Dinas Kesehatan Jawa Barat memperkirakan lebih dari 200 siswa di sekolah calon perwira tersebut terpapar Covid-19 setelah 105 siswa dinyatakan positif berdasarkan tes PCR. TEMPO/Prima mulia

    Gerbang utama Secapa TNI AD di Hegarmanah, Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Dinas Kesehatan Jawa Barat memperkirakan lebih dari 200 siswa di sekolah calon perwira tersebut terpapar Covid-19 setelah 105 siswa dinyatakan positif berdasarkan tes PCR. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 1.262 orang di pusat pendidikan Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (AD) atau Secapa AD yang berlokasi di Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, terinfeksi virus corona. Melonjaknya kasus penularan virus corona di pusat pendidikan Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (AD) atau Secapa AD dinilai karena kurangnya diterapkan protokol kesehatan.

    Menurut ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mengatakan Covid-19 mudah menular jika banyak orang tinggal di satu tempat tanpa menerapkan protokol kesehatan.

    "Tidak ada yang pakai masker atau tepatnya 3M (masker, menjaga jarak, mencuci tangan)," ujarnya.

    Soal adakah kemungkinan penularan Covid-19 melalui udara seperti yang dikatakan para ahli di luar negeri, Pandu menilai kecil kemungkinannya karena penelitian yang ditemukan hanya di ruang tertutup di Rumah Sakit. Pakar epidemiologi dari FKM UI, Tri Yunis Miko Wahyono, mengamini pengaruh besar penularan di Secapa karena perilaku bersih dan sehat yang kurang diterapkan.

    "Perilaku makan, latihan, jadi ada kemungkinan mereka enggak pakai masker, jarak yang enggak bisa dihindari," sebutnya.

    Tri menyebut penularan bisa melalui alat makan yang digunakan bersama. Juga ketika imunitas para calon perwira tengah turun.

    "Mereka capek waktu latihan. Imunitasnya jadi rendah. Imunitas tidak bisa dilihat fisik. Pada saat latihan capek, imunitas turun, kurang makan bisa sakit, bisa terinfeksi," tuturnya.

    Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menuturkan penambahan kasus signifikan dari klaster Secapa AD merupakan hasil penyelidikan epidemiologi sejak 29 Juni 2020.

    “Yang kita dapatkan keseluruhan kasus positif dari klaster ini sebanyak 1.262 orang. Ini terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih yang ada di sana,” kata Yuri.

    Yuri membeberkan dari keseluruhan kasus yang berhasil dihimpun hanya terdapat 17 orang yang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Dustira Kota Cimahi.

    “Karena ada keluhan meski dalam derajat keluhan ringan, di antaranya dari 17 orang ini ada yang demam, batuk, dan agak sesak,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.