Kegiatan yang Berisiko Terpapar Virus Corona dengan Tingkatannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menikmati makanan di restoran. Unsplash/Pablo Merchan

    Ilustrasi wanita menikmati makanan di restoran. Unsplash/Pablo Merchan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tatanan hidup baru harus dihadapi kala pandemi virus corona. Walau aktivitas sedikit demi sedikit mulai kembali berjalan, bukan berarti protokol kesehatan dikendurkan.

    Sejak pemerintah mengendurkan pembatasan sosial, banyak yang menyerbu pusat perbelanjaan, restoran, hingga tempat hiburan malam. Bahkan, tak sedikit yang mengabaikan protokol kesehatan dan akhirnya terbentuk klaster baru penyebaran Covid-19.

    Melansir Express UK, Asosiasi Dokter di Texas, Amerika Serikat, mengurutkan peringkat risiko infeksi Covid-19 dalam kegiatan hidup sehari-hari. Diurutkan dari risiko rendah, sedang, dan tinggi, daftar ini bermanfaat memberikan wawasan ilmiah tentang kegiatan rutin mana yang layak dilakukan dan aktivitas mana yang harus dihindari.

    Risiko rendah: membuka surat, pembungkus makanan restoran, mengisi bensin, bermain tenis, pergi berkemah.

    Risiko rendah hingga sedang: Berbelanja, pergi berjalan-jalan, berlari atau bersepeda bersama orang lain, bermain golf, menginap di hotel selama dua malam, duduk di ruang tunggu dokter, pergi ke perpustakaan atau museum, makan di restoran (luar ruangan), berjalan di pusat kota yang ramai, menghabiskan satu jam di taman bermain.

    Risiko sedang: Makan malam di rumah orang lain, bikin barbekyu di halaman, pergi ke pantai, berbelanja di mal, anak-anak ke sekolah, berkemah, penitipan anak, bekerja seminggu di kantor, berenang di kolam umum, mengunjungi kerabat atau teman lanjut usia.

    Risiko sedang hingga tinggi: Ke salon atau tempat pangkas rambut, makan di restoran (di dalam), menghadiri pernikahan atau pemakaman, bepergian dengan pesawat, bermain basket, sepak bola, memeluk atau berjabat tangan.

    Risiko tinggi: Makan prasmanan, berolahraga di pusat kebugaran, ke tempat hiburan, ke bioskop, menghadiri konser musik besar, ke stadion olahraga, menghadiri layanan keagamaan dengan lebih 500 peserta, ke bar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.