Perlukah Memakai Masker Saat Berada di Dalam Mobil?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mengenakan masker di dalam mobil pribadi. Shutterstock

    Ilustrasi mengenakan masker di dalam mobil pribadi. Shutterstock

    TEMPO.CO, JakartaMasker adalah salah satu alat pelindung diri yang sangat penting untuk digunakan selama beraktivitas di luar rumah. Sebab, di tengah pandemi Covid-19 ini, kita tidak pernah tahu seberapa besar risiko diri untuk terinfeksi virus.

    Namun, jika kita berada di dalam mobil, tetap perlukah menggunakan masker? Seorang dokter penyakit menular dan kepala medis di Rumah Sakit Northwestern, Irfan N. Hafiz mengatakan hal itu tergantung dari aktivitas pasien di kendaraan.

    Apabila seseorang mengendarai mobil sendirian, maka penggunaan masker pun tidak diperlukan. “Jika Anda berkendara seorang diri, Anda memiliki risiko yang sangat kecil untuk menularkan atau tertular dari orang lain sehingga penggunaan masker tidak begitu berarti,” katanya seperti dilansir dari situs Newsy.

    Sementara itu jika seseorang berkendara dengan teman atau orang lain, maka penggunaan masker sangat penting untuk dilakukan. “Misalnya Anda sedang dalam perjalanan rapat bersama rekan kerja atau Anda berprofesi sebagai sopir taksi yang mengangkut penumpang, masker adalah perlindungan yang wajib dikenakan,” katanya.

    Menyetujui pernyataan Hafiz, seorang spesialis penyakit menular di Nebraska Medicine, Jasmine Marcelin mengatakan bahwa masker harus selalu digunakan jika pengendaranya lebih dari satu orang. “Karena selama berkendara, udara di dalam ruangan yang tertutup cenderung berputar dan terus ada disana sehingga risiko penularan menjadi jauh lebih besar,” katanya seperti dilansir dari situs Cnet.

    Pengecualian pun diberikan kepada satu keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Menurut Marcelin, jika ayah berkendara bersama ibu atau anak, menggunakan masker tidak perlu dilakukan. “Pada dasarnya mereka selalu bersama sehingga risikonya minim untuk saling membawa virus. Namun jika Anda ingin melakukan pencegahan, menggunakan masker juga tidak ada salahnya,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | NEWSY | CNET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.