Bioskop Segera Dibuka, Sudah Amankah Menonton di Teater?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana simulasi pembukaan dan peninjauan tempat hiburan bioskop CGV Cinemas di Bandung Electronic Center (BEC), Bandung, Jawa Barat, Kamis 9 Juli 2020. Simulasi tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan kesiapan tempat hiburan bioskop dalam penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan alat pelindung wajah bagi karyawan, pembatas jaga jarak, masker, sarung tangan dan cairan disinfektan seiring tatanan normal baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Suasana simulasi pembukaan dan peninjauan tempat hiburan bioskop CGV Cinemas di Bandung Electronic Center (BEC), Bandung, Jawa Barat, Kamis 9 Juli 2020. Simulasi tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan kesiapan tempat hiburan bioskop dalam penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan alat pelindung wajah bagi karyawan, pembatas jaga jarak, masker, sarung tangan dan cairan disinfektan seiring tatanan normal baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar baik datang bagi para pecinta film di Tanah Air. Setelah tutup selama beberapa waktu akibat merebaknya virus corona, kini seluruh bioskop di Indonesia akan kembali dibuka.

    Berdasarkan keterangan Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), jaringan bioskop yang terdiri dari Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum dan New Star Cineplex akan serentak beroperasi kembali mulai 29 Juli 2020.

    Namun berbicara tentang risiko dan keamanannya, sudah tepatkah kita pergi dan menonton film di bioskop saat tempat tersebut dibuka? Dokter spesialis penyakit menular sekaligus juru bicara untuk Infectious Diseases Society of America, Ravina Kullar  mengatakan waktu-waktu ini masih belum tepat untuk digunakan menonton film di cinema. “Saya harus jujur, rasanya sekarang belum tepat bagi kita untuk pergi dan menonton film di biskop. Sebaiknya, tunggu sampai angka penularan dan jumlah pasien menurun drastis,” katanya seperti dilansir dari situs CNBC.

    Adapun berbagai alasan yang melandasi pernyataan Kullar itu. Pertama, ia menjelaskan bahwa banyak pasien Covid-19 yang terlihat sehat dan tanpa gejala. “Kita mengenal istilah OTG atau Orang Tanpa Gejala. Ini yang harus diwaspadai karena kalau kita menonton bersama mereka, maka kita pun memiliki risiko tinggi terpapar jika tidak menggunakan masker dan menjaga jarak,” katanya.

    Menyetujui pernyataan Kullar, dokter spesialis penyakit menular yang berbasis di Atlanta, Carlos Del Rio juga mengatakan bahwa kini WHO telah menetapkan virus corona dapat menyebar di udara. Hal tersebut pun akan semakin berbahaya, mengingat bahwa bioskop adalah ruang tertutup sehingga pertukaran udaranya sangat tidak baik.

    “Ketika seseorang menonton di bioskop, sirkulasi udara disana akan terus berputar sehingga segala kuman dan bakteri dapat bergerak dari ujung ke ujung. Hal tersebut tentu akan meningkatkan kemungkinan seseorang terinfeksi,” katanya seperti dilansir dari situs Vulture.

    Untuk alasan tersebut, Rio pun lebih menyarankan agar setiap orang menonton tayangan film di rumah masing-masing. Namun jika tetap ingin melakukannya di luar rumah, maka drive thru cinema lebih dianjurkan daripada bioskop pada umumnya. “Usahakan menonton aman dengan berada di tempat sendiri seperti rumah Anda atau drive thru cinema dengan kendaraan Anda, karena risikonya lebih rendah,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | CNBC | VULTURE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.