Anak Belajar di Tahun Ajaran Baru, Indra Bekti Sebut Tantangannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presenter Indra Bekti bersama keluarga mengenakan koleksi terbaru rancangan selebriti desainer Ivan Gunawan dalam peragaan busana tunggal bertajuk Nostalgia di Jakarta, 20 Maret 2019. Nostalgia terdiri dalam 120 rancangan busana dengan 60 set koleksi Mandjha Hijab (busana wanita) dan 40 set koleksi Khalif (baju pria) dan 20 set koleksi gabungan untuk keluarga. TEMPO/Nurdiansah

    Presenter Indra Bekti bersama keluarga mengenakan koleksi terbaru rancangan selebriti desainer Ivan Gunawan dalam peragaan busana tunggal bertajuk Nostalgia di Jakarta, 20 Maret 2019. Nostalgia terdiri dalam 120 rancangan busana dengan 60 set koleksi Mandjha Hijab (busana wanita) dan 40 set koleksi Khalif (baju pria) dan 20 set koleksi gabungan untuk keluarga. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahun ajaran baru 2020/2021 telah berlangsung. Itu berarti, semua anak-anak di Indonesia telah kembali belajar di kelas baru. Tentunya, berbagai tantangan tetap harus dihadapi lantaran seluruhnya dikerjakan secara daring di tengah pandemi COVID-19.

    Aktor dan presenter kondang, Indra Bekti, merasakan berbagai dampak itu. Ia memiliki dua anak, yakni Dafania Sahira Indrabekti dan Amabell Eleanor Indrabekti, dan mengakui kesulitan yang harus dihadapi, khususnya untuk anak kedua yang naik dari Taman Kanak-Kanak (TK) ke Sekolah Dasar (SD).

    “Anak saya, Dafania naik ke kelas 3 SD. Kalau Amabell sekarang naik ke kelas 1 SD. Yang tantangannya paling banyak Amabell,” katanya dalam wawancara di IGTV bersama dengan Layanan Psikologi Tiga Generasi pada 14 Juli 2020.

    Suami Adilla Jelita itu mengaku kasihan dengan putri keduanya karena tidak bisa bertemu langsung dan berkenalan dengan teman-teman barunya. Ia pun bisa merasakan perbedaan dari naik kelas ke naik tingkat.

    “Kalau kakaknya naik kelas, kemungkinan bertemu dengan teman lama jadi aman. Kalau yang kecil, dia naik tingkat dari TK ke SD dan belum tentu temannya sama semua. Kasian tidak bisa kenalan langsung, harus lewat online,” ujarnya.

    Selain itu, Indra juga mengaku bingung dan dilema lantaran waktu belajar anak semakin minim. Memang, ini dilakukan pihak sekolah seiring dengan imbauan pemerintah lantaran anak-anak yang waktu layarnya bertambah bisa merusak kesehatan mata.

    “Biasanya sekolah jam 8 sampai 12. Sekarang dikurangi karena peraturan baru untuk menjaga kesehatan mata anak. Jujur, saya juga bingung karena di satu sisi takut anak tidak bisa belajar secara maksimal karena waktu belajar yang minim serta kalau waktu belajarnya terbatas, sisa waktu mau digunakan untuk apa?” ungkapnya.

    Tantangan terakhir yang menjadi keresahan lain Indra adalah kecanggihan teknologi. Ia mengaku baik anak maupun dirinya dan istri masih kebingungan dalam mengoperasikan sistem belajar online milik sekolah.

    “Setiap sekolah punya sistem yang berbeda, sebagai orang tua dan anak juga harus beradaptasi lagi. Padahal kita sendiri juga harus bekerja. Jadi bingung juga antara harus membantu anak mengumpulkan tugas dan kita yang bekerja,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H