Isu Rasial dan Kekuatan ARMY Milik BTS

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BTS. Big Hit Entertainment

    BTS. Big Hit Entertainment

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup idola K-pop Bangtan Sonyeondan (BTS) selain dikenal publik melalui karya musik mereka, juga memiliki basis penggemar atau disebut ARMY yang energi dan jumlahnya terus tumbuh. Reuters pada Rabu 15 Juli 2020 mencatat pada awal Juni 2020, para ARMY di Amerika Serikat menaruh energi mereka di balik kampanye daring #MatchAMillion untuk mengumpulkan dana untuk tujuan keadilan sosial di Amerika Serikat.

    ARMY bisa menghasilkan 1 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp14,5 miliar dalam kira-kira satu hari, hampir setara dengan sumbangan sang idola untuk Black Lives Matter. Menurut sebagian ARMY, pencapaian ini menunjukkan menjadi penggemar BTS lebih dari sekadar membeli album. Tetapi juga menggambarkan bagaimana basis penggemar meluas ke demografi yang lebih senior, generasi yang mengerti internet dan mampu memanfaatkan kekuatan media sosial.

    "Kami membeli mobil dan menjual stadion; Anda tidak bisa hanya melakukannya dengan beberapa gadis yang terlalu bersemangat," kata Erika Overton (40), salah satu administrator One In An ARMY, grup penggemar yang mengorganisir upaya penggalangan dana #MatchAMillion .

    "Ini bukan hanya kelompok penggemar yang menikmati musik - tetapi juga kekuatan ekonomi, dan sesuatu yang Anda tidak bisa anggap sebagai hal yang sepele," kata dia.

    Beberapa anggota Black ARMY mengatakan BTS memiliki tanggung jawab untuk terus secara terbuka mendukung keadilan rasial. Di sisi lain, BTS juga secara terbuka mengakui musik mereka didasarkan pada hip-hop dan R B - genre yang dibuat dan dipopulerkan oleh seniman Amerika berkulit hitam.

    Namun, ada sejumlah orang yang khawatir perhatian basis penggemar yang lebih luas terhadap isu-isu rasial ini mungkin cepat berlalu. “Ketika orang peduli - seperti benar-benar peduli - mereka akan mengambil tindakan di balik itu dan bukan hanya kata-kata. Dan untuk benar-benar melihat aksi di baliknya? Itu membuatku bangun dan punya harapan,” kata Nico Edward, yang memiliki saluran video reaksi BTS di YouTube.

    “Orang-orang bertindak dan membuat tagar dan semacamnya dan itu bagus untuk meningkatkan kesadaran, tetapi biasanya, perhatian orang beralih ke hal-hal lain. Tapi kami masih berurusan dengan ini setiap hari," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Sirna dalam 6 Nama Kronologi Pelarian Djoko Tjandra

    Setelah 11 tahun, Djoko Tjandra akhirnya ditangkap di Malaysia. Ada nama Pinangki Sirna Malasari dalam pelarian buron kasus cessie Bangk Bali itu.