Kapan Usia Anak Baik Berlatih Berdiri?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi balita. Shutterstock

    Ilustrasi balita. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar kesehatan mengatakan, usia ideal anak bisa berdiri sembari memegang sesuatu ialah sekitar sembilan bulan. Setelahnya, yakni usia 11 bulan-12 bulan umumnya anak sudah bisa dilatih berdiri bahkan berjalan? "Memberi stimulasi sesuai kemampuan seorang anak. Anak usia empat bulan, duduk saja belum bisa apalagi berdiri, berjalan," kata dokter spesialis anak di RS Pondok Indah Bintaro, Robert Soetandio dalam Instagram Live, Ahad sore.

    Di sisi lain, dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang pediatri sosial di RS Pondok Indah - Pondok Indah, Catherine Mayung Sambo pernah menuturkan perkembangan anak berlangsung bertahap dan biasanya dimulai dari bagian atas tubuhnya lalu ke bagian bawah.

    Kematangan alat fungsi tubuh ini tidak akan pernah berlangsung terbalik, artinya jika anak belum bisa duduk maka tidak realistis orang tua berharap dia bisa langsung berdiri dan berjalan. Panggul anak berada di bagian bawah tubuh. Anak harus mantap dulu melakukan posisi duduk, setelahnya barulah dia akan belajar mencari pegangan untuk berdiri sendiri. "Berjalan itu harus bisa mengontrol kepala. Kalau kepala tegak saja belum bisa, keseimbangan kanan dan kiri belum bisa, jangan dipaksa (berdiri atau bahkan berjalan). Kalau dipaksa akan bahaya untuk pertumbuhan motoriknya," kata Robert.

    Dalam kesempatan berbeda, dokter spesialis anak di Jakarta Child Development Center (JCDC), Vinia Rusli mengingatkan, orang tua perlu memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak di masa ini, termasuk asupan nutrisi dan stimulasi perkembangan terutama di 1000 hari pertama anak.

    Masa-masa semenjak dalam kandungan hingga usia dua tahun ini masa emas, karena otak berkembang dari masa kandungan hingga usia dua tahun. "Bahkan ketika merencanakan kehamilan, orang tua harus sudah mempersiapkan atau memikirkan nutrisi dan stimulasi apa yang dibutuhkan oleh anak," kata Vinia.

    Secara umum ada dua faktor yang mempengaruhi perkembangan anak yakni internal seperti genetika dan tempramen serta faktor eskternal yakni lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak, keluarga, tipe-tipe pola asuh dan budaya.

    Dia menambahkan, untuk bisa mengoptimalkan perkembangan anak perlu adanya pengasuhan dengan rasa penuh kasih sayang yang baik yang dimulai semenjak dalam kandungan hingga dewasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.