Selain Masker, Pakaian Olahraga dan Sandal Paling Dicari saat Pandemi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model menggunakan masker sambil berpose di atas catwalk ketika acara fashion show di tengah pandemi Covid-19 di Seoul, Korea Selatan, 24 Juli 2020. REUTERS/Kim Hong-Ji

    Model menggunakan masker sambil berpose di atas catwalk ketika acara fashion show di tengah pandemi Covid-19 di Seoul, Korea Selatan, 24 Juli 2020. REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, JakartaMasker wajah, pakaian olahraga dan sandal disebut sebagai tren mode teratas di seluruh dunia selama masa pandemi COVID-19. Pandemi corona virus telah mempengaruhi perilaku konsumen dalam berbelanja sehingga menciptakan tren mode terbaru di dunia.

    Dilansir Indian Express, Jumat, platform pencarian mode global, Lyst menganalisis perilaku belanja lebih dari sembilan juta orang per bulan selama periode April hingga Juni. Menurut laporan 2020 Lyst Index, athleisure atau pakaian olahraga modis, sandal dan masker wajah menjadi pilihan mode paling populer saat ini.

    Sesuai laporan, Nike kini menjadi merek yang paling laku di seluruh dunia, menggantikan label fashion mewah asal Italia, Off-White yang dulunya menduduki posisi pertama. Pada laporan tersebut juga diungkap bahwa penjualan Nike meningkat hingga 106 persen untuk permintaan pada loungewear. Namun banyak yang percaya jika kesuksesan Nike berkaitan dengan dukungan yang diberikan oleh merek olahraga itu terhadap George Floyd.

    Selain Nike, merek top lain yang juga meraih kesuksesan pada kuartal ini adalah Off-White, Gucci, Balenciaga, Prada, Saint Laurent, Versace, Burberry, Fendi, dan Bottega Veneta. Banyak dari merek tersebut yang menjanjikan sumbangan untuk keadilan sosial atau berkontribusi dalam upaya memberikan bantuan di tengah pandemi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.