Kecap, Minyak, dan Santan Bisa Kurangi Manfaat Daging Kambing

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging kambing. Pixabay.com/BlackWolfi

    Ilustrasi daging kambing. Pixabay.com/BlackWolfi

    TEMPO.CO, JakartaDaging kambing pada dasarnya merupakan daging yang menyehatkan. Meskipun daging kambing kerap dianggap penyebab tekanan darah tinggi, faktanya kandungan total kalori, lemak, dan kolesterol pada daging kambing lebh rendah daripada daging sapi atau ayam.

    Dikutip dari Sehat.Q, daging kambing memiliki zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh. Dalam seporsi daging kambing, terkandung 3,2 miligram zat besi. Selain itu, seporsi daging kambing dapat memenuhi 46 persen kebutuhan protein harian tubuh.

    Meskipun demikian, pengolahan daging kambing yang kurang tepat justru berdampak pada hilangnya nutrisi bahkan gangguan kesehatan. Penggunaan bahan tambahan seperti minyak, kecap, santan, dan garam dapat mengurangi manfaat dari daging kambing.

    Penggunaan garam secara berlebihan pada daging kambing bahkan berpotensi meningkatkan tekanan darah dalam tubuh. Sedangkan penggunaan santan yang berlebih dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah.

    Untuk meyiasatinya, beberapa bahan dapat diganti dengan bahan-bahan yang lebih sehat, misalnya menggunakan minyak zaitun yang memiliki manfaat kesehatan. Penggunaan garam juga harus dibatasi. Untuk menambahkan citarasa, gunakan rempah-rempah yang memiliki manfaat baik bagi tubuh.

    Selain itu, memasak daging kambing dengan suhu tinggi juga dapat mengurangi kandungan nutrisi yang menyehatkan dalam daging kambing. Memasak sehat dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti ungkep atau rebus dalam waktu lama, presto, ataupun sous vide. Cara-cara tersebut merupakan metode memasak yang paling sedikit membuang nutrisi pada daging kambing.

    Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah hidangan penyerta daging kambing. Sayuran seperti mentimun dapat mengontrol tekanan darah setelah menyandap olahan daging kambing. 

    MUHAMMAD AMINULLAH | SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.