Gaya Zayn Malik Gunakan Surma, Untuk Rayakan Idul Adha?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zayn Malik merupakan keturunan dari Inggris-Pakistan, dimana ayahnya berdarah Pakistan-Inggris dan ibunya dari Inggris. Zayn merayakan Idul Fitri karena dibesarkan dari keluarga muslim. Instagram/@zayn

    Zayn Malik merupakan keturunan dari Inggris-Pakistan, dimana ayahnya berdarah Pakistan-Inggris dan ibunya dari Inggris. Zayn merayakan Idul Fitri karena dibesarkan dari keluarga muslim. Instagram/@zayn

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah satu bulan tidak aktif bermedia sosial, penyanyi Zayn Malik kembali ke Instagram membagikan swafoto terbarunya. Dalam fotonya tersebut, Zayn terlihat mengenakan eyeliner, namun penggemar mengatakan itu adalah riasan yang mengacu ke perayaan Idul Adha.

    Dikutip dari Billboard, Minggu, salah satu penggemar menunjukkan bahwa itu bukanlah riasan belaka, melainkan perayaan budaya yang disebut dengan "surma". "Hai, Zayn tidak memakai eyeliner. Itu adalah surma, kami kaum Muslim melakukan lebaran dan acara-acara lainnya (seperti Idul Adha), surma tidak dianggap sebagai riasan belaka," ujar salah satu penggemar Zayn melalui Twitter.

    Sementara itu, 2020 telah menjadi tahun yang menggairahkan bagi mantan penyanyi One Direction, yang merayakan 10 tahun sejak ia bergabung dengan 1D itu. Zayn juga akan segera menjadi seorang ayah. Kembali pada bulan April, Gigi Hadid mengkonfirmasi bahwa dia dan Zayn sedang mengandung anak pertama mereka.

    Pasangan tersebut mengatakan sangat bahagia dan tak sabar menjadi orang tua. Model yang genap berusia 25 tahun pekan lalu tampil di acara "Tonight Show" yang dipandu Jimmy Fallon untuk memberikan konfirmasi mengenai rumor yang beredar beberapa hari ini. "Kami berharap bisa mengumumkannya sendiri tapi kami sangat bersemangat dan senang serta bersyukur atas doa orang-orang," kata Hadid dalam cuplikan video.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.