3 Konsep Penting Bermain dengan Anak

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempat pensil dari stik es krim (HO/Paddle Pop)

    Tempat pensil dari stik es krim (HO/Paddle Pop)

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah mungkin orang tua kehabisan ide untuk bermain bersama anak? Bermain tidak hanya memberikan kesenangan bagi anak tetapi juga memiliki dampak positif untuk tumbuh kembang anak. Anak-anak butuh bermain, terutama seperti sekarang ini ketika kita disarankan untuk berada di rumah saja serta penerapan sekolah online. Selain harus fokus belajar dan mengerjakan tugas, anak-anak tidak lagi memiliki waktu bermain bersama teman-temannya di sekolah sehingga anggota keluarga di rumah menjadi 'teman-teman' saat harus di rumah saja.

    Ada baiknya Anda menciptakan suasana yang menyenangkan dan membahagiakan di rumah lewat bermain. Biarkanlah mereka bermain dan sesekali temani mereka bermain. Sebab, sesuatu hal yang baik dapat dimulai dengan bermain. “Bermain adalah hal yang penting untuk tumbuh kembang anak dan bermain bisa memberikan banyak manfaat seperti memperkaya wawasan tentang solusi masalah, meningkatkan rasa keberhasilan, mengasah koordinasi motorik, dan mengasah kemampuan sosial," kata Psikolog dan Ketua Ikatan Psikologi Klinis Jakarta Anna Surti Ariani dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 5 Agustus 2020.

    Ada 3 konsep penting seputar dunia bermain anak yang perlu orang tua ketahui:

    1. Mainan
    Kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh kesenangan dan memberikan banyak manfaat bagi anak

    2. Bermain
    Kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh kesenangan dan memberikan banyak manfaat bagi anak

    3. Permainan
    Aktivitas yang diciptakan, bisa membutuhkan mainan ataupun tanpa mainan Permainan:

    Perlu diperhatikan bahwa hal yang memberikan manfaat baik buat anak bukanlah mainan atau permainan, namun proses bermain yang dilakukan anak. Ada baiknya orang tua bisa membantu anak untuk menciptakan mainan, mengusulkan permainan yang akan dilakukan, dan bermain bersama anak. Dengan demikian, anak bisa mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

    Head of Marketing Ice Cream, Unilever Indonesia Memoria Dwi Prasita mengatakan Paddle Pop mengajak orang tua untuk memberikan anak-anak waktu yang cukup untuk bermain sehingga mereka bisa bertumbuh kembang lebih baik dan merasa lebih gembira di rumah.

    Bila Anda kehabisa ide mau bermain apa, Anda bisa mengajak buah hati mengekspresikan diri dengan berkreasi menyulap barang-barang bekas, menjadi mainan dan sesuatu yang berguna. Salah satu barang bekas itu adalah stik es krim.

    Manfaatkan stik-stik es krim yang bertebaran di rumah menjadi benda seperti tempat alat tulis. Anda dan buah hati bisa menambahkan warna atau ornamen lain dari benda tak terpakai di rumah untuk mempercantik kreasi ini.

    Berikut langkah menyulap stik es krim menjadi mainan di rumah, dikutip dari siaran resmi Paddle Pop.

    Kotak pensil dari stik es krim/Paddle Pop

    1. Siapkan stik es krim, lem, cat, kuas, hiasan bunga dan hiasan tambang.

    2. Sambungkan stik dengan lem, susun rapi, dan pastikan lem melekat kuat.

    3. Hiasi stik yang sudah jadi dengan pernak-pernik sesuai selera, bila perlu, cat agar semakin menarik.

    4. Selain jadi tempat alat tulis, Anda bisa memanfaatkan kotak penyimpanan ini untuk berbagai macam benda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?