Minggu, 20 September 2020

Kesalahan Umum Masyarakat Saat Memasang CCTV

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi CCTV yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mengenali wajah. (dailymail.co.uk)

    Ilustrasi CCTV yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mengenali wajah. (dailymail.co.uk)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamera Closed Circuit Television (CCTV) semakin banyak digunakan masyarakat. Tidak hanya gedung, perkantoran dan tempat umum, rumah pribadi pun semakin banyak dipasang CCTV untuk meningkatkan sistem keamanan mereka. Sayang, walaupun CCTV sudah dimiliki masyarakat, namun ada saja kesalahan orang saat menggunakan alat elektronik itu. Akibatnya, sistem keamanan yang diharapkan tidak bisa optimal.

    Sales Country Manager Building Technology Division Bosch Indonesia, Dapot Sitanggang menjelaskan beberapa hal. Kesalahan pertama adalah dari segi pemilihan kamera. "Pilih kamera yang baik merekam di siang dan malam," katanya pada acara daring bertema "Bosch Perkenalkan Solusi Keamanan Gedung/Bangunan untuk Manajemen Kerumunan dan Deteksi Cepat Api” pada 6 Agustus 2020.

    Menurut Dapot, banyak orang langsung memilih kualitas rekaman kamera yang baik saat siang hari, namun saat merekam di malam hari kualitas videonya buruk bahkan gelap gulita. Dapot mengingatkan bahwa CCTV adalah bentuk pencegahan kriminalitas di rumah atau pun gedung. Sehingga bila kualitas pencahaan kamera tidak jelas, maka proteksi itu tidak bisa optimal.

    Kesalahan kedua adalah soal durasi rekaman. Banyak orang yang sengaja mematikan CCTV mereka di waktu tertentu. Akibatnya, pengawasan tidak bisa dilakukan selama 24 jam. "Petugas yang jaga tidak mungkin memperhatikan layar 24 jam, sehingga recordingnya harus benar," kata Dapot.

    Dari segi tata letak pun, perlu diperhatikan. Dapot mengingatkan agar masyarakat menyesuaikan lokasi pemasangan CCTV sehingga pandangannya tidak terhalang benda apapun. Ia mencontohkan pemasangan kamera Bosch yang mampu menghitung jumlah orang yang masuk ke dalam suatu ruangan sehingga bisa mengatur kerumunan. Kemampuan kamera itu disebut PeopleCount.

    Dapot mengatakan kamera yang bisa menghitung jumlah orang yang masuk dipasangnya secara vertikal dari atas pintu menghadap ke bawah. Harapannya, siapapun orang yang masuk dan keluar dari pintu itu bisa terhitung melalui aplikasi di kamera itu. "Kalau dipasang secara horizontal dari depan pintu, dikhawatirkan, orang pendek yang berdiri di belakang orang bertubuh besar dari tinggi tidak akan terhitung melalui aplikasi PeopleCount karena pandangan kamera (ke orang pendek) terhalang orang yang tinggi," kata Dapot yang meyakinkan kamera Bosch memiliki 16 kemampuan menganalisa.

    Senior Marketing Manager, PT Indovisual Presentatama selaku distributor tunggal Philips Professional Display, Kevin Octavian, menambahkan bahwa masyarakat sebaiknya memilih kamera CCTV yang tidak murah panas. "Ingat penggunaan CCTV itu 24 jam, sehingga sebagai alat elektronik bisa saja suhunya cepat tinggi," katanya pada kesempatan yang sama.

    Kevin pun mengingatkan soal memperhatikan pencahayaan kamera. Kamera CCTV sering dipasang di loby dengan dinding kaca. Sehingga penampakkan akan tergantung dengan cahaya dari luar yang menembus kaca. "Bisa terang sekali saat siang, dan gelap gulita saat malam," katanya.

    Kevin pun menyarankan untuk mencari kamera CCTV yang memiliki resolusi tinggi. "Sehingga pandangannya bisa jelas dan detail," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    8 Tips Aman Mempercepat Datang Bulan

    Datang bulan yang terjadi bagi sebagian wanita dapat mengganggu aktivitas mereka. Tak sedikit yang menempuh sejumlah cara untuk mempercepat haid.