Minggu, 20 September 2020

Jangan Anggap Enteng Masker, Ini Akibatnya Bila Meremehkan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan memakai masker di tengah pandemi Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan memakai masker di tengah pandemi Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Malas pakai masker selama pandemi Covid-19 membuat risiko terpapar Covid-19 menjadi sangat tinggi alias 100 persen. Menurut spesialis paru dr. Sita Laksmi Andarini, SpP(K), Phd, seseorang yang melakukan kontak dengan orang lain selama 15 menit tanpa masker, misalnya saat minum kopi bersama, berpeluang terpapar Covid-19.

    Hal ini dikarenakan virus ini menyebar melalui droplet. Apalagi jika orang tersebut tidak menjaga jarak lebih dari 1 meter.

    “Nanti setelah minum kopi bersama, dites dua minggu kemudian dan positif. Artinya, dua pekan lalu saat minum kopi itu adalah kontak erat dan harus diperiksa,” ujar Sita.

    Ada beberapa gejala awal penderita Covid-19 yang perlu diantisipasi, misalnya batuk kering, demam, nyeri otot, dan diare. Bahkan, ada beberapa gejala lain, misalnya kehilangan kemampuan mencecap rasa.

    Paparan Covid-19 pada penderita kanker paru juga akan memperparah kerja organ tersebut. Faktor risiko terpapar kanker paru-paru paling besar dialami oleh laki-laki berusia 40 tahun dengan riwayat sebagai perokok dan rentan dengan permasalahan respirasi.

    Sita menjelaskan laki-laki yang merokok ini lebih banyak yang mengalami penyakit respirasi, seperti batuk berdarah. Jadi, memang untuk para perokok perlu lebih dini mendeteksi penyakit kanker paru maupun paparan Covid-19.

    Secara terperinci dia menjelaskan hasil rontgen orang yang terkena kanker paru dengan orang yang kinerja paru-parunya masih normal. Orang dengan kanker punya gambaran putih pada organ paru-paru yang seharusnya berwarna hitam utuh dan penuh.

    Begitu orang tersebut terjangkit Covid-19, hasil rontgen akan menunjukkan warna putih pada paru-paru meluas. Biasanya, deteksi rontgen dilakukan setelah pasien mengalami gejala gagal pernapasan akut.

    Dengan demikian, penderita kanker paru memang jauh lebih rentan tertular Covid-19 karena kondisi paru-paru yang sudah lebih rentan. Hal ini juga tercermin dari penelitian dan pengakuan sejumlah pasien normal yang sudah sembuh dari Covid-19. Umumnya, mereka mengalami penurunan kinerja paru-paru.

    Beberapa keluhan pasien yang sudah sembuh adalah bernapas lebih berat. Selain itu, mereka mudah lelah, apalagi untuk aktivitas olahraga atau naik tangga.

    “Dari bahaya ini harus dipahami bahwa Covid-19 ini bukan hoaks, gejalanya memang sangat nyata sehingga sangat penting melakukan pemeriksaan dini, terutama orang dengan risiko tinggi, baik itu penderita kanker atau pekerja pabrik, misalnya pabrik semen. Mereka harus rontgen dan skan toraks serta jangan merokok,” jelas Sita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    8 Tips Aman Mempercepat Datang Bulan

    Datang bulan yang terjadi bagi sebagian wanita dapat mengganggu aktivitas mereka. Tak sedikit yang menempuh sejumlah cara untuk mempercepat haid.