Es Krim Vegan Makin Dinikmati di Tengah Pandemi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makan es krim. Shutterstock.com

    Ilustrasi makan es krim. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaEs krim berbahan dasar nabati alias vegan semakin diminati di tengah pandemi virus corona. Hal itu sejalan dengan gaya hidup sehat vegetarian yang semakin tren. Dalam beberapa tahun terakhir, para penganut gaya hidup vegetarian dan vegan relatif kesulitan mendapatkan kudapan manis.

    Hal ini terungkap berdasarkan penelitian terbaru dari Mintel's Global New Product Database (GNPD) menunjukkan bahwa es krim vegan menyumbang peningkatan proporsi penjualan es krim global, mencapai 7 persen dalam 12 bulan terakhir pada 2019-2020. Jumlah itu lebih dari dua kali lipat dibanding pada 2015-2016 yang jumlahnya hanya 3 persen. Saat ini, Jepang menyalip Amerika Serikat untuk menjadi pemimpin global dalam inovasi es krim vegan yang menyumbang 7 persen dari semua peluncuran es krim secara global

    Analis Makanan dan Minuman Global Mintel, Kate Vlietstra, mengatakan tren baru seputar gaya hidup vegan telah masuk ke industri es krim. Ketertarikan pada es krim vegan tidak terbatas pada mereka yang mengikuti pola makan vegan. "Belajar dari produk susu, es krim nabati juga menawarkan rasa yang beragam. Tekstur es krim menjadi elemen penting untuk produk baru ini, dengan tekstur yang lebih tebal, berbagai merek membuat produk vegan bisa menjadi produk premium dengan kemasan mewah," kata Vlietstra dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada pertengahan Agustus 2020.

    Ilustrasi es krim. TEMPO/Lazyra Amadea

    Jumlah es krim vegan di pasaran dengan tekstur tebal seperti kacang, potongan kue, potongan toffee, dan potongan adonan kue telah melonjak dari 2 persen menjadi 13 persen selama empat tahun terakhir. Toping yang beragam menggabungkan bahan- bahan yang sedang tren seperti quinoa serta biji-bijian lainnya.

    Potensi protein tambahan yang tinggi dari es krim vegan juga menjadi daya tarik bagi konsumen, meskipun jumlahnya relatif kecil. Peluang es krim dengan protein tambahan dikonsumsi satu dari enam konsumen Inggris. Menurut Vlietstra, hal ini terjadi karena es krim adalah makanan suguhan. "Jumlah protein yang lebih kecil akan memuaskan permintaan konsumen akan pilihan yang lebih sehat sambil memungkinkan merek untuk mengeksplorasi pilihan protein yang berbeda."

    Protein nabati dari kacang-kacangan, biji-bijian dapat menawarkan alternatif protein tinggi selain protein susu. "Dengan keberlanjutan es krim vegan perlu menunjukkan kredensial etisnya untuk memenangkan hati konsumen, dan protein nabati dapat menarik karena emisi karbonnya yang lebih rendah daripada protein susu,” katanya.

    ADITYO NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.