Ciri Air Galon yang Tak Layak Minum, Volumenya Berkurang

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi air dalam kemasan galon. quora.com

    Ilustrasi air dalam kemasan galon. quora.com

    TEMPO.CO, JakartaAir salah satu zat penting yang perlu dimiliki tubuh. Air dapat memenuhi kebutuhan hidrasi setiap orang. Walau begitu, mesti diperhatikan apakah air mineral yang dibeli layak dan baik untuk dikonsumsi.

    Pakar Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Eko Hari Purnomo menerangkan, kualitas air mineral dalam kemasan galon dapat dilihat dari ciri fisiknya. Hal paling mudah untuk mendeteksi kualitas air galon adalah dengan melihat volume air.

    Menurut Eko, produsen air mineral galon selalu memastikan volume dalam kemasan sesuai dengan standar. Jika hingga di rumah terlihat bahwa volume air sudah sangat berkurang, maka masyarakat perlu curiga apakah ada kebocoran di galon itu. Akibat kebocoran ada dua hal, yaitu apakah kandungan mineral keluar dari galon, atau sebaliknya zat yang ada di lingkungan bisa masuk ke dalam galon. "Kebocoran bisa membuat air terkontaminasi partikel di lingkungan," kata Eko pada Webinar Kunjungan Virtual ke Pabrik AQUA: Lindungi Air dari Hulu ke Hilir, Lindungi Keluarga Indonesia' pada 18 Agustus 2020.

    Tanda lain yang bisa diamati, yaitu warna air dalam kemasan. Air mineral, kata Eko, harusnya terlihat jernih tidak berwarna sama sekali. Jika kedapatan warnanya berubah atau ada kotoran di dalamnya, maka air dalam galon sudah tidak layak dikonsumsi. Indikator lain yang menunjukkan air sudah tercemar, yaitu timbul bau tak sedap saat tutup galon sudah dibuka."Kalau volumenya tidak sesuai mengindikasikan satu hal, yaitu bocor. Kalau bocor maka itu jadi salah satu tanda kualitas produk patut dipertanyakan," kata Eko.

    Terkait kualitas produk, salah satu produsen air dalam kemasan, Danone-AQUA, merancang tutup galon dengan teknologi 'dual injection' yang diklaim dapat mencegah kontaminasi partikel asing di lingkungan. Galon yang digunakan juga diinspeksi secara berkala untuk memastikan galon memenuhi standar kelayakan.

    Walau begitu, Danone-AQUA Water Resources, Nature & Process Technology Director Azwar Satrya Muhammad pun mengingatkan untuk menjaga mutu air hingga sampai dikonsumsi. Menurutnya, bisa saja saat distribusi atau bahkan penyimpanan di rumah, prosedurnya kurang tepat sehingga bisa mengurangi kualitas galon. "Penyimpanan yang tidak betul, bisa menurunkan mutu air galon," katanya pada kesempatan yang sama.

    Azwar pun membagikan beberapa tips penyimpanan aman yang bisa membuat kualitas galon terjaga. Pertama jangan sampai galon disimpan di suhu tinggi. Jangan pula menyimpan galon di suhu yang terlalu lembab. "Bila penyimpanan suhu salah, bisa memancing timbulnya mikroba," katanya.

    Azwar pun mengingatkan masyarkat agar bisa menjaga kebersihan linkungan penyimpanan galon. Penyimpanan di tempat yang kotor bisa mengundang hama penyakit. Lalu terakhir, ia pun mengingatkan agar mineral tidak boleh terkena sinar matahari langsung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.