Ukur Suhu Badan Lewat Thermo Gun ke Dahi Dinilai Tak Efektif, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa suhu badan petenis Priska Madelyn Nugroho (kanan) sebelum pertandingan internal Timnas putri Pelatnas di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Petugas memeriksa suhu badan petenis Priska Madelyn Nugroho (kanan) sebelum pertandingan internal Timnas putri Pelatnas di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai salah satu penyakit baru di dunia, Covid-19 hingga kini belum memiliki penawar. Alhasil, untuk mencegah penyebarannya, banyak orang pun melakukan pengecekan gejala sebelum beraktivitas. Contohnya saat pergi ke pusat perbelanjaan, kantor maupun tempat yang ramai, kita tentu akan diperiksa suhu badannya. Sebab, tanda umum dari seseorang yang mengidap virus corona adalah demam atau suhu badan di atas 37,4 selsius.

    Untuk mengukurnya, hal ini dilakukan lewat menembakkan thermo gun pada dahi. Melansir dari situs Times of India, sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal medis medRx menunjukkan bahwa pengecekan suhu badan dengan cara demikian dinilai tidak efektif.

    Dalam berbagai percobaan, para ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan bahwa hanya satu dari lima orang yang mendapat penilaian akurat lewat pengecekan suhu badan dengan thermo gun pada dahi. Mengapa?

    Saat ditelusuri lebih dalam, hal tersebut rupanya dipengaruhi oleh teknologi inframerah pada thermo gun yang mengecek suhu kulit. Para peneliti meyakini bahwa keakuratan inframerah tersebut akan bergantung pada faktor lain seperti seberapa jauh jarak alat dari kulit, lingkungan penyimpanan hingga lokasi penggunaan alat.

    Selain itu, dahi sendiri dianggap sebagai lokasi pengecekan suhu badan yang kurang efektif. “Jika Anda mengalami stres, baru melakukan aktivitas fisik, pernah merokok ataupun sedang menggunakan perias wajah, semuanya dapat mempengaruhi pembacaan suhu badan yang berakibat kurang akurat juga,” tulis penelitian tersebut.

    Lalu, alat dan bagian tubuh mana yang lebih efektif dalam mengukur berat badan? Para ahli menjelaskan bahwa pilihan yang lebih akurat adalah termometer ketiak, termometer oral, dan termometer timpani. Sedangkan bagian tubuhnya terbaik termasuk lengan tangan, area mulut dan telinga. “Menguji dengan termometer pada area permukaan yang lebih kecil (dan bagian yang kurang sensitif) seperti merupakan pilihan yang lebih aman dan akurat,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | TIMESOFINDIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.