2 Fungsi Bulu Ketiak, Bisa Bikin Seseorang jadi Atraktif dan Kurangi Gesekan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gigi Hadid Pamer Bulu Ketiak (Youtube)

    Gigi Hadid Pamer Bulu Ketiak (Youtube)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada fase pubertas, rambut di beberapa bagian tubuh mulai tumbuh, seperti di ketiak dan kemaluan. Untuk perempuan, rambut ini bisa muncul pada usia 10-12 tahun, sementara pada laki-laki pada usia 11-14 tahun. Fungsi rambut pada kulit ini bukan sekadar penanda seseorang sudah masuk pubertas namun juga melindungi dari bakteri hingga mengurangi gesekan.

    Sebenarnya, manusia memiliki sekitar 5 juta folikel rambut, organ berukuran kecil di permukaan kulit tempat tumbuhnya rambut. Sekecil apapun, tiap rambut entah itu di tangan, ketiak, dan juga kemaluan memiliki fungsinya masing-masing:

    1. Mengatur suhu tubuh
    Pernah merasa bulu tangan berdiri atau merinding saat udara dingin? Itu adalah cara folikel rambut untuk menangkap panas di sekitar tubuh. Artinya, bulu di kulit mengatur peran yang sangat penting dalam mengendalikan temperatur tubuh manusia.Di sisi lain, bulu di kulit juga membantu seseorang merasa tetap dingin ketika sedang beraktivitas. Bahkan sejak zaman purba, rambut di permukaan kulit membantu mendinginkan tubuh saat sedang berjalan atau berlari menempuh jarak jauh.

    2. Fungsi sensori
    Anda bisa merasakan semut merambat di tangan juga merupakan bagian dari fungsi bulu di tangan. Folikel rambut ini bisa merasakan ketika ada perubahan di lingkungan sekitar. Akar rambut merasakan ada 'gangguan' kemudian mengirimkan informasi ke sistem saraf pusat untuk merespons. Dengan adanya bulu di permukaan kulit, maka seseorang bisa merasakan temperatur suatu barang, rasa sakit, hingga sentuhan. Dari sinilah seseorang bisa memberikan respons yang tepat.

    Fungsi bulu ketiak

    Bulu ketiak pun ada fungsinya. Bulu ketiak menjadi semakin tebal dan berwarna gelap. Meski terkadang dirasa mengganggu oleh sebagian orang, namun fungsi bulu ketiak sangat penting, yaitu:

    1. Membuat seseorang atraktif
    Bulu ketiak melepaskan aroma yang mengandung feromon, substansi kimia alami yang berperan dalam membuat seseorang tampak menarik secara seksual. Jika bulu ketiak dibiarkan tanpa dicukur, maka kelembapan akan tetap ada. Kondisi ini membuat kadar feromon seseorang menjadi semakin kuat. Namun kebersihannya tetap harus dijaga agar kuman tidak berkumpul dan menimbulkan aroma tidak sedap.

    2. Mengurangi gesekan
    Adanya bulu ketiak mencegah gesekan antar-kulit langsung saat melakukan aktivitas seperti berlari atau berjalan. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya iritasi.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.