Cara Kaesang Pangarep Beri Efek Jera Penipu di Platform Online

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaesang Pangarep berfoto dengan kaus Sang Javas, yang merupakan usaha clothing miliknya. Saat ini dia sedang mempersiapkan diri untuk mengelola warisan bisnis dari kakaknya yang akan mulai berpolitik. Instagram/@KaesangP

    Kaesang Pangarep berfoto dengan kaus Sang Javas, yang merupakan usaha clothing miliknya. Saat ini dia sedang mempersiapkan diri untuk mengelola warisan bisnis dari kakaknya yang akan mulai berpolitik. Instagram/@KaesangP

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Kaesang Pangarep kembali menjadi perbincangan publik. Hal tersebut terjadi usai dirinya menunjukkan beberapa efek jera pada penipu yang berkeliaran di media sosial.

    Melalui unggahan di akun Twitter @kaesangp, ia membagikan cara memberi pelajaran para pedagang toko online abal-abal tersebut. Ingin tahu seperti apa cara putra Presiden RI Joko Widodo itu melakukannya? Berikut adalah tiga trik di antaranya.

    Tetap transfer tapi ada pesan terselubung
    Dalam beberapa unggahan tangkapan layar pada 1 September 2020, Kaesang tampak dihubungi oleh penipu yang menyebut ia menang lelang. Sebagai bentuk tanggung jawab, ia pun diminta untuk segera melunasinya.

    Kaesang yang sebenarnya tahu bahwa itu adalah penipu pun langsung mengambil tindakan. Ia tetap mengirimkan uang dengan nominal kecil disertai dengan pesan terselubung.

    “Halo Aan saya tahu kamu dimana lho,” katanya pada lembar e-transfer tersebut.

    Hal tersebut pun langsung menuai reaksi cepat dari sang penipu. Ia langsung meminta maaf dan menyebut dirinya sedang khilaf.

    “Bang saya minta maaf. Saya janji enggak berbuat lagi bang. Saya janji. Sumpah bang. Maaf bang. Saya khilaf. Saya hapus ya bang,” kata si penipu.

    Tulis alamat ke istana negara
    Setelah kejadian penipuan pertama, Kaesang pun ketagihan untuk memberi efek jera pada pelaku lain. Ia kini mencoba ke orang yang menyamar sebagai pedagang baju.

    Melalui unggahan tangkapan layar pada 7 September 2020, Kaesang terlihat menghubungi toko pakaian tidur dan membeli tiga barang dengan harga Rp 100 ribu. Ia juga memasukkan tujuan pengiriman ke Istana Negara.

    Usai mengirimkan dana ke rekening yang dituju, sang penipu rupanya menyadari alamat serta nama si pengirim uang. Ia pun langsung mengembalikan dana milik Kaesang dan menjelaskan barang yang diingini habis. Akun paman Jan Ethes itu juga seketika diblokir.

    Beli dengan jumlah banyak
    Terakhir, Kaesang juga mencoba memberi efek jera pada penjual gawai gadungan. Ia pun menghubungi salah satu akun Instagram yang menawarkan ponsel bermerek iPhone dengan harga Rp 250 ribu. Kaesang mengatakan ingin membeli 100 barang sekaligus.

    Usai memberikan nama, nomor telepon, dan alamat untuk pengiriman barang, Kaesang Pangarep diminta mengirimkan uang. Namun baru memberikan balasan, ia pun langsung diblokir.

    “Gara-gara kalian, saya belum transfer sudah diblokir,” katanya pada 7 September 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk tetap waspada pandemi Covid-19 meski sedang liburan.