Hari Olahraga Nasional, Ini Tanda Tubuh Kurang Beraktivitas Fisik

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita lari di atas treadmill. Freepik.com

    Ilustrasi wanita lari di atas treadmill. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Olahraga Nasional selalu diperingati setiap tanggal 9 September. Ini pun dipilih seiring dengan diadakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) secara perdana pada 1948.

    Olahraga sebenarnya tidak hanya diperuntukkan bagi kompetisi semata. Namun dibalik itu semua, aktivitas fisik juga penting dilakukan untuk menunjang kesehatan fisik dan mental dari para pelakunya.

    Sayangnya, masih minim minat masyarakat dalam berolahraga. Padahal terdapat dampak buruk dan gejala-gejala yang justru bisa timbul akibat kurang beraktivitas fisik. Situs Eat This dan Insider pun menjabarkan lima tanda diantaranya. Apa saja?

    1. Sulit tidur
      Pernahkah akhir-akhir ini Anda minum kopi di pagi atau siang hari namun efek kafeinnya tidak hilang hingga malam hari? Banyak orang pun tentu akan menyalahkan kebiasaan minum tersebut dalam mempengaruhi istirahat yang terganggu itu.

      Padahal, sulit tidur bisa menjadi salah satu tanda bahwa Anda kurang berolahraga. Sebab berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan dalam Advances in Preventive Medicine, bergerak secara teratur berhubungan erat dengan kualitas dan efisiensi tidur.

    2. Punggung terasa sakit
      Jika Anda menghabiskan banyak waktu di tempat tidur dan sofa, Anda mungkin akan terbangun dengan kondisi punggung yang kaku dan nyeri. Sebab selama seharian penuh, otot dan tulang berada di dalam satu posisi yang sama.

      Apa solusi terbaiknya? Terlebih bagi Anda yang tidak memiliki kondisi mendasar yang menyebabkan sakit punggung, sebuah studi yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine menyebutkan bahwa ini dapat dengan mudah dihilangkan hanya dengan bergerak lebih banyak.

    3. Mudah mengalami perubahan suasana hati
      Pernahkah Anda mengalami mood swing atau perubahan suasana hati dengan cepat? Misalnya Anda sedang senang, kemudian berubah menjadi mudah marah. Rupanya tingkat emosional ini dipengaruhi oleh kebiasaan berolahraga juga.

      Profesor di Universitas Boston, Michael W. Otto menjelaskan bahwa orang yang jarang olahraga akan mengalami peningkatan sirkulasi darah. Ini pun berpengaruh pada sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) atau bagian otak Anda yang menciptakan reaksi fisiologis terhadap stres. “Olahraga membantu tubuh Anda tetap tenang dan pikiran Anda bereaksi lebih rasional terhadap gangguan sehari-hari,” katanya.

    4. Gampang sakit
      Jika Anda merasa lebih mudah sakit dari biasanya, Anda bisa menyalahkan gaya hidup yang kurang banyak bergerak. Sebab menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Sport and Health Science, latihan fisik berhubungan erat dengan meningkatnya sistem kekebalan tubuh.

      “Olahraga bisa meningkatkan regulasi kekebalan pada tubuh hingga menunda timbulnya disfungsi seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Jadi jika Anda sedang sakit, cobalah beraktivitas fisik setiap hari agar dapat memperkuat sistem imun Anda,” tulis jurnal tersebut.

    5. Kulit Anda kusam
      Mereka yang memiliki kulit kusam mungkin mengira bahwa penggunaan krim akan membantu mengatasinya. Padahal, yang lebih penting untuk dibenahi terlebih dahulu adalah kebutuhan tubuh dari dalam. Sebab salah satu penyebab kulit kusam itu adalah kurangnya olahraga.

      Seorang dokter kulit di New York, Whitney Bowe mengatakan bahwa olahraga dapat meningkatkan aliran darah ke kulit Anda, yang pada akhirnya memperlambat proses penuaan kulit. “Karena aliran darah yang meningkat ini juga akan memberikan nutrisi dan oksigen ke sel-sel kulit Anda sehingga membuatnya tampak bercahaya. Jadi cobalah bergerak lebih banyak setiap harinya,” ujarnya.

      SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | EATTHIS | INSIDER


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.