Demensia Bisa Dicegah, Simak 10 Gejala Umumnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi demensia (Pixabay.com)

    Ilustrasi demensia (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan situs resmi World Health Organization (WHO), demensia adalah suatu sindrom gangguan penurunan fisik otak yang dapat mempengaruhi emosi, daya ingat, perilaku dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Masyarakat kerap kali menyebut kondisi tersebut sebagai pikun.

    Pikun sering dianggap sebagai hal normal yang dialami oleh lansia, sehingga seringkali penyakit tersebut tidak terdeteksi. Padahal berdasarkan data dari Alzheimers Disease International dan WHO, terdapat lebih dari 20 juta orang di dunia mengalami demensia dengan hampir 10 juta kasus baru setiap tahunnya. Dari banyaknya kasus tersebut, Alzheimer menyumbang 60-70 persen kasus.

    Di Indonesia sendiri, diperkirakan terdapat sekitar satu juta orang penderita demensia pada tahun 2013. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat drastis menjadi dua juta orang pada tahun 2020, dan empat juta orang pada tahun 2030.

    Ketua Studi Neurobehaviour PERDOSSI Astuti mengatakan bahwa demensia itu suatu sindrom merupakan payung dari berbagai jenis demensia. Yang paling banyak adalah demensia Alzheimer. Pelupa menjadi gejala utama Alzheimer tetapi pelupa belum tentu Alzheimer.

    “Demensia adalah penyakit degeneratif yang menyerang otak, sebagian besar terjadi pada usia tua. 60-80 persen menyebabkan gangguan kognitif antara lain kepikunan, tidak mampu melakukan aktivitas dan hubungan sosial memburuk. Ini juga merupakan penyebab penyakit dan kematian pada usia lanjut,” ujarnya dalam Digital Media Briefing PT Eisai Indonesia, Senin 14 September 2020.

    Menurutnya, ada 10 gejala umum pada Demensia Alzheimer daripada pelupa biasa:
    1.Gangguan daya ingat
    2.Sulit fokus
    3.Sulit melakukan kegiatan familiar
    4.Disorientasi
    5.Kesulitan memahami visual spasial
    6.Gangguan Berkomunikasi
    7.Menaruh barang tidak pada tempatnya
    8.Salah Membuat keputusan
    9.Menarik diri dari pergaulan
    10.Perubahan perilaku dan kepribadian

    Terdapat cara pencegahan pikun atau pelupa yakni dengan mencegah dan mengurangi stres seperti mengembangkan hobi, kesenian, kegiatan sosial atau mengikuti pendalaman spiritual. Bisa juga diet sehat seperti pemakaian anti oksidan, vitamin c dan lainnya. “Latihan fisik teratur, aerobik yang adekuat, menghindari rokok dan alkohol dan mengendalikan faktor resiko yakni darah tinggi, kencing manis dan kolesterol juga bisa mencegah pikun.”

    Tujuan Global Action Plan on The Public Health Response to Dementia 2017-2025 adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, keluarga, pengasuh dan menurunkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H