Media Sosial Bikin Candu, Coba Atasi dengan 3 Cara Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Media Sosial (Medsos).

    Ilustrasi Media Sosial (Medsos).

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembatasan sosial karena wabah corona ini membuat banyak orang menghabiskan waktu dengan berselancar di internet. Tak sedikit pula yang menjadi ketergantungan dengan media sosial.

    Konsumsi media sosial yang terus menerus bisa berdampak buruk bagi kondisi mental. Apalagi yang dilihat adalah informasi yang justru menimbulkan kecemasan dan menambah tingkat ketakutan di tengah pandemi virus corona ini.

    Oleh karena itu, penggunaannya butuh dibatasi. Berikut 3 hal yang bisa dilakukan dalam menyikapi penggunaan medsos, dilansir dari Healthline, Selasa 16 September 2020:

    1. Minimalisir aplikasi media sosial
      Menghapus Twitter dan Facebook mungkin bisa jadi pertimbangan. Memiliki aplikasi media sosial di ponsel membuat kita mudah mencari informasi kapan pun dan di mana pun. Setiap kali mengangkat telepon, apakah itu untuk memeriksa cuaca, membalas email, atau mengubah lagu yang didengarkan, banyak orang biasanya akan menyerah pada godaan dan memeriksa satu atau dua aplikasi.

      Menghapus kotak-kotak undangan dari perangkat genggam akan terasa lebih sulit untuk mengakses platform. Pada gilirannya, memeriksa media sosial menjadi pilihan yang lebih sadar.

    2. Jadwalkan penggunaan medsos
      Setelah menghapus aplikasi dari ponsel, buat aturan tidak tertulis yang mengizinkan diri sendiri satu jam setiap hari untuk memeriksanya dari komputer.

      Jadikan media sosial sebagai alat untuk berkomunikasi dengan teman yang sulit dihubungi. Di sinilah Anda belajar tentang peluang kerja baru dan terhubung dengan orang, baik teman maupun orang asing.

      Batasi penggunaannya secara besar-besaran. Setiap hari, biasanya sekitar sore hari, Anda bisa menyediakan waktu satu jam untuk mengobrol aplikasi. Saring informasi atas apa yang sedang terjadi dan apa yang orang bicarakan. Kemudian tutup browser dan berhenti di situ selama sisa malam. Dengan meminta pertanggungjawaban diri hingga batas waktu ini, Anda melakukan beberapa praktik disiplin diri.

    3. Bersikaplah selektif
      Konsumsi lebih banyak konten bergizi, seperti buku, podcast, dan artikel yang ditulis dengan baik. Alih-alih belajar tentang pembaruan Covid-19 yang sensasional dari sumber yang tidak dikenal di Twitter, mulai lah periksa situs berita terpercaya dan mendengarkan konferensi pers penting.

      Tanpa aplikasi, Anda memiliki lebih banyak waktu untuk mendedikasikan untuk konten yang bermakna. Anda juga bisa menyelesaikan lebih banyak buku daripada sebelumnya dan melewati antrean podcast.

      Media sosial memang bermanfaat - tetapi bisa membuat ketagihan. Jika digunakan secara berlebihan, hal itu dapat berdampak negatif pada kesehatan mental Anda.

      Tanpa manajemen, media sosial menggerogoti waktu dan menguras energi Anda. Membatasi waktu di aplikasi dapat membuat hidup terasa lebih ringan, lebih tenang, dan memberi lebih banyak waktu untuk dihabiskan pada aktivitas yang menyehatkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?