4 Tips Memelihara Ikan Hias Bagi Pemula, Jangan Kasih Makan Terlalu Banyak

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekelompok ikan GloFish berenang di dalam akuarium hias.

    Sekelompok ikan GloFish berenang di dalam akuarium hias.

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama pandemi Covid-19, berbagai kegiatan seru saat di rumah saja mulai banyak dilakukan masyarakat. Selain bercocok tanam, hobi baru yang tak kalah populer adalah memelihara ikan hias.

    Bagi Anda yang baru memulai untuk memelihara ikan hias, beberapa kesalahan umum pun harus dipahami. Ini bertujuan agar ikan tetap sehat dengan lingkungan yang mendukung.

    Pemilik usaha ikan hias ONDO, Wisnu Saputra membagikan empat tipsnya. Pertama, ia mengimbau agar pemilik ikan hias terlebih dahulu mengenal jenis-jenis ikan yang akan dibeli. Pasalnya, kebanyakan orang sering asal beli.

    Ikan hias di toko ONDO milik Wisnu Saputra/ dok pribadi

    “Misalnya mau beli ikan cupang, dia cuma bisa tinggal sendiri. Jadi harus siap tempat banyak kalau mau pelihara. Kalau dijadikan satu, pasti berantem. Kemudian cichlid Afrika, itu bisa bersama-sama satu akuarium, tapi hanya sejenisnya tidak bisa sama ikan lain,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada 16 September 2020.

    Selain memperhatikan jenis ikan, pria yang sudah lebih dari lima tahun berkecimpung dalam bisnis ikan hias itu mengatakan bahwa memahami konsistensi air juga wajib dilakukan. Sebab kebanyakan orang memelihara ikan dalam suhu yang tidak stabil sehingga membuat ikan stres dan akhirnya mudah mati.

    “Terkait konsentrasi air, usahakan konsisten tidak naik turun. Artinya kalau disimpan di dalam ruangan, suhunya harus sama terus. Jangan misalnya di ruang kamar yang AC-nya dinyalakan saat tidur saja. Itu membuat konsistensi air dingin, lalu normal. Kalau mau dingin, ya full AC sekalian. Kalau mau biasa, tanpa pendingin sekalian,” katanya.

    Menguras kolam ikan juga diingatkan Wisnu. Ia mengatakan bahwa banyak orang sering mengganti seluruh isi air yang sebenarnya membuat ikan harus beradaptasi kembali. Padahal yang benar, kolam ikan seharusnya diganti airnya 10 hingga 20 persen saja.

    Ikan hias di toko ONDO milik Wisnu Saputra/ dok pribadi

    “Jadi bukan menguras semua ya. Tapi cukup satu atau dua gayung saja cukup. Karena kalau ganti full, parameter air di akuarium berubah drastis dan memaksa ikan beradaptasi lagi. Sedangkan air yang diganti baru sedikit itu bisa membawa mineral itu baik untuk dikonsumsi tanaman hiasnya,” katanya.

    Terakhir terkait memberi makan ikan hias. Menurut Wisnu, para pemula sering memberi makan terlalu banyak ikan hias mereka. Padahal, makanan yang tak termakan justru menjadi amoniak dan racun untuk ikan. Oleh karena itu, penting memberi makan dengan takaran yang tepat.

    “Memang tidak bisa dipatok jumlahnya. Tapi caranya begini, jangan langsung diberi banyak. Kasi sedikit, kalau habis, kasi lagi sampai sisa. Itu dijadikan patokan berapa banyak makanan mereka. Jangan lupa untuk mengangkat sisa makanan agar tidak jadi kotoran yang membahayakan ikan juga,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Sudah Periode Kedua Jokowi

    Tak ada perayaan besar untuk memperingati satu tahun pertama periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2020.