Takut Gagal Jadi Pengusaha, Simak Tips Orang Sukses Mengatasinya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bisnis online. shutterstock.com

    Ilustrasi bisnis online. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak pengusaha yang pernah mengalami kegagalan. Bagaimana pun, kegagalan merupakan bagian dari seorang pengusaha untuk mencapai tahap selanjutnya.

    Namun, tak sedikit pengusaha muda yang baru memulai bisnis lalu tiba-tiba karena satu dan lain hal, usaha yang telah dibangun tersebut gagal di tengah jalan, membuatnya frustasi dan hampir menyerah. Padahal, Thomas Alfa Edison membutuhkan percobaan dan kegagalan hingga 10.000 kali sebelum akhirnya berhasil menemukan bola lampu.

    “Saya tidak pernah gagal 10.000 kali, saya telah berhasil menemukan 10.000 cara yang tidak akan berhasil," katanya. Artinya, dia mengubah pola pikir kegagalan sebagai keberhasilan yang tertunda.

    “Seorang pengusaha harus dapat melihat kegagalan sebagai tangga menuju kesuksesan. Anda harus memahami kegagalan tidak membuat gagal. Anda hanya akan gagal begitu memutuskan untuk tidak mencoba lagi,” ujar Henry Ibelem, pendiri Bloghomies, seperti dikutip dari entrepreneur.com.

    Menurutnya, jika tidak pernah gagal sebagai seorang pengusaha, maka dia tidak akan pernah benar-benar memahami makna dari kegagalan itu sendiri. Memang, pada saat gagal seseorang akan merasa sangat tidak nyaman, terpukul, putus asa, dan tertekan, bahkan mungkin kehilangan kepercayaan pada kemampuan sebagai pengusaha.

    “Keraguan kemungkinan besar akan merasuk dan Anda akan mulai bertanya-tanya apakah jalan ini benar-benar cocok. Bahkan, mungkin Anda akan mempertimbangkan alternatif yang mudah, yaitu menyerah,” ujarnya.

    Henry Ford sendiri mengatakan kegagalan hanyalah sebuah kesempatan untuk memulai lagi, kali ini dengan lebih cerdas. Untuk bangkit dari menyalahkan dan mengasihani diri sendiri, pahami peran kegagalan.

    Ini seperti disuruh mencoba sesuatu yang berbeda untuk memulai lagi dengan lebih cerdas. Selalu ada alasan untuk gagal dan memperbaikinya. Mungkin Anda tidak memperhatikan bisnis, keuangan, tim, atau pesaing. Atau mungkin Anda telah berfokus pada kuantitas daripada kualitas.

    Ketika berhasil belajar dari kegagalan, Anda akan bangkit kembali seperti serigala kesepian yang tak kenal takut dengan mimpi abadi. Cobalah untuk mengingat mengapa Anda memilih menjadi seorang pengusaha sebab hal ini yang akan memaksa untuk terus maju.

    “Saya telah gagal berkali-kali, dan saya terus gagal hingga hari ini. Meskipun tidak bisa mengalahkan kegagalan, Anda bisa mengubah pola pikir tentang itu. Alih-alih melihatnya sebagai monster mengerikan yang berjuang untuk mengakhiri impian, bayangkan kegagalan sebagai panduan,” ujarnya.

    Kegagalan tersebut hadir untuk membimbing, merawat, dan mengajari tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak. Dalam setiap kegagalan, ada pelajaran yang bisa dipelajari dan penyesuaian yang harus dilakukan.

    Sayangnya, sebagian besar pengusaha mengabaikan pelajaran tersebut. Ketika itu terjadi, Anda mendapati diri berada dalam lingkaran, membuat kesalahan yang sama tanpa membuat kemajuan. Tetapi, ketika belajar dan bangkit kembali, Anda menjadi kekuatan yang tak terhentikan yang siap untuk menerjemahkan impian menjadi kenyataan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

    Jaga kesehatan mental saat pandemi Covid-19 dengan panduan langsung dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).