Ini Alasan Kenapa Anda Sebaiknya Konsumsi Kacang Kedelai Secara Rutin

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kacang kedelai. Sustainablepulse

    Ilustrasi kacang kedelai. Sustainablepulse

    TEMPO.CO, JakartaKacang kedelai adalah salah satu jenis polong-polongan yang populer di Tanah Air. Selain dikonsumsi langsung, ini umumnya dinikmati lewat olahan tempe, tahu, kecap hingga susu.

    Terlepas dari rasanya yang enak dan harganya yang bersahabat, kacang kedelai tampaknya harus masuk dalam daftar makanan harian. Pasalnya, terdapat berbagai kandungan nutrisi padanya yang sangat baik bagi kesehatan tubuh.

    Dimulai dari protein, pakar gizi sekaligus Ketua Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Rimbawan mengatakan bahwa kacang kedelai memiliki nilai protein terbanyak dari semua jenis nabati.

    Dibandingkan dengan makanan yang berasal dari tumbuhan lainnya, protein paling banyak itu bisa ditemui di kacang kedelai. "Dari berat keringnya saja, sebanyak 36 sampai 56 persen itu protein semua,” katanya dalam webinar Mengenai Kebaikan Kedelai Bagi Kesehatan pada 21 September 2020.

    Adapun terkait protein pada kacang kedelai, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa ini berhubungan erat dengan penurunan kadar kolesterol. “Jadi kalau Anda atau keluarga memiliki riwayat kolesterol, memasukkan kacang kedelai dalam menu makanan adalah suatu hal yang sangat bijak,” katanya.

    Selain itu, Rimbawan juga menjelaskan tentang kandungan serat pada kacang kedelai. Ia mengatakan bahwa dalam 100 gram kedelai, terdapat enam gram serat. Adapun serat tersebut dapat difermentasi oleh bakteri kolon yang membantu pembentukan short-chain fatty acid (SCFAs).

    “Khusus untuk serat dari kedelai, penelitian tahun 2006 dan 2012 di Amerika Serikat telah membuktikan bahwa SCFAs-nya dapat meningkatkan kesehatan usus. Selain itu, risiko kanker kolon juga bisa diminimalisir,” katanya.

    Terkait lemak, kacang kedelai juga dikenal tinggi lemak sehat atau HDL (high-density lipoproteins). Adapun kandungan asam lebih tidak jenuh ini merupakan kombinasi dari omega-6 dan omega-3. “Lemak sehat ini baik untuk membantu meningkatkan daya ingat pada anak-anak maupun orang tua yang menuju demensia,” katanya.

    Terakhir tentang karbohidrat, dalam 100 gram kacang kedelai hanya mengandung 9,9 gram karbohidrat. Tak heran Rimbawan mengatakan bahwa ini sangat baik jika dimasukkan ke dalam menu diet. “Dengan kalori yang sedikit namun padat, ini membuat Anda lebih mudah mengontrol berat badan lantaran karbohidratnya membuat kenyang lebih lama,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.