Awas, Tiga Dampak Buruk Nonton Film Porno Bagi Pasangan Suami Istri

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menonton pornografi. Shutterstock

    Ilustrasi menonton pornografi. Shutterstock

    TEMPO.CO, JakartaFilm porno telah menjadi salah satu alternatif untuk berfantasi seksual bagi masyarakat. Tidak hanya pria dan wanita yang masih lajang saja, namun ini juga digunakan oleh para pasangan suami istri untuk memenuhi hasrat seksual mereka.

    Psikolog yang mendalami ilmu seksologi Zoya Dianaesthika Amirin mengingatkan bahwa terdapat banyak dampak buruk yang bisa ditimbulkan bila terlalu sering nonton film porno. Ia pun menjelaskan beberapa di antaranya lewat live Instagram bertajuk ‘Fantasi Seksual vs Film Porno’ bersama @dr.haekalanshari pada 22 September 2020.

    Pertama, efek negatif yang dimaksud termasuk hilangnya kepercayaan diri. Zoya menjelaskan bahwa itu terjadi lantaran orang yang suka menonton porno tidak melewati tahapan seksual secara normal, yaitu rangsangan, perantau, orgasme dan resolusi. “Kalau sering nonton porno, individu itu pasti langsung masuk orgasme dan resolusi. Itu proses yang tidak manusiawi. Bagi pria yang suka begini, dia nanti menganggap seksualitas sebagai sesuatu yang effortless dan akhirnya berpengaruh juga pada kepercayaan dirinya,” katanya pada 22 September 2020.

    Selain itu, Zoya juga menunjukkan keterkaitan menonton film porno dengan hilangnya kemampuan sensorik kulit. Menurutnya, hal tersebut saling berhubungan karena fungsi otak yang menurun akibat tidak terbiasa lagi untuk terangsang secara perlahan. “Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, orang yang menonton film porno setidaknya sekali seminggu selama 10-15 tahun mendatang akan kehilangan kemampuan sensorik kulit. Karena kembali lagi, mereka terbiasa langsung orgasme tanpa rangsangan dari pasangan terlebih dahulu,” katanya.

    Tak hanya berpengaruh pada kesehatan tubuh, menonton film porno juga dapat mempengaruhi kesehatan rumah tangga. Pasalnya, pornografi dianggap sebagai orang ketiga di dalam hubungan suami istri. “Anda dan pasangan pasti lebih sulit terkoneksi setelah menonton film porno. Ini karena Anda sudah dipuaskan lewat tayangan syur, sehingga merasa malas memberikan effort saat hubungan badan dengan pasangan. Jadi, film porno juga bisa mempengaruhi kehidupan seksual dan rumah tangga secara tidak langsung,” katanya.

    Untuk itu, Zoya mengimbau agar para pasangan suami istri tidak lagi menonton film porno. "Saya pribadi tidak menyarankan tontonan yang demikian. Kalau memang mau memuaskan hasrat seksual, lebih baik berangan-angan kotor saja. Karena ini menciptakan memori seksual dan meningkatkan keintiman untuk nantinya dicoba bersama pasangan,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | INSTAGRAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.