Suami Istri Makin Giat Berhubungan Seksual saat Pandemi, Jangan Lupa Kontrasepsi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi alat KB atau kontrasepsi (Freepik)

    Ilustrasi alat KB atau kontrasepsi (Freepik)

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama pandemi Covid-19, banyak masyarakat menghabiskan waktunya di rumah. Guna mengatasi rasa bosan sekaligus merajut keintiman dengan pasangan, banyak pasangan suami istri pun giat melakukan hubungan seksual.

    Berdasarkan survei yang dilakukan oleh DKT Indonesia bersama dengan lembaga riset independen kepada 200 responden yang telah menikah dan berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, peningkatan frekuensi aktivitas seksual memang terlihat jelas.

    Sebanyak lebih dari 57 persen mengaku bersenggama dua hingga empat kali per minggu. Bahkan bagi pasangan di usia muda, yakni 22-28 tahun, sebanyak 26 persen berhubungan badan dengan pasangan lebih dari empat kali seminggu.

    Sayangnya, kesadaran untuk menggunakan kontrasepsi masih sangat minim di antara masyarakat. “Pola demand terhadap layanan suntik dan pil KB mengalami penurunan pada masa awal penetapan PSBB,” kata Head of Strategic Planning DKT Indonesia Aditya A. Putra pada Perayaan Hari Kontrasepsi Sedunia pada 24 September 2020.

    Adapun hal tersebut berkontribusi pada kelahiran bayi tak direncanakan. Pasalnya, Deputi Bidang Keluarga Berencana (KB) Kesehatan Reproduksi (KR) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mengatakan bahwa terdapat ratusan ribu kehamilan baru terjadi sejak pandemi Covid-19 di Indonesia. "Berdasarkan data kami, sudah ada lebih dari 500 ribu kehamilan selama periode Maret hingga Agustus 2020," katanya.

    Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat kembali mengingat pentingnya merencanakan kehamilan. “Bagi pasangan usia subur, mari rencanakan kehamilan dengan tetap menggunakan alat kontrasepsi. Jika tidak memungkinkan pergi ke tempat pelayanan KB, gunakan pil atau kondom KB saja. Hubungi petugas kesehatan melalui telepon atau Whatsapp jika ada keluhan,” katanya.

    Eni juga mengingatkan satu dampak positif terpenting dari penggunaan KB, yaitu bisa menurunkan angka kematian ibu hingga 40 persen. “Salah satu tantangan keluarga berencana di Indonesia adalah angka kematian ibu 305 per 100 ribu kelahiran hidup atau dua kematian ibu per jam. Dengan menggunakan KB, Anda bisa menyelamatkan diri dan keluarga,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Vaksin Covid-19 Dalam Percobaan

    Berbagai perusahaan sedang berbondong-bondong memproduksi vaksin Covid-19 yang ditargetkan untuk disebarluaskan tahun depan