Jangan Gunakan Masker N95 saat Olahraga, Simak Kata Dokter

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rahayu Saraswati saat bersepeda di Ahad pagi, 6 September 2020. Ia tetap menyempatkan diri berolahraga sebelum menjalani kampanye sebagai Calon Wakil Wali Kota TangSel. Twitter/@RahayuSaraswati

    Rahayu Saraswati saat bersepeda di Ahad pagi, 6 September 2020. Ia tetap menyempatkan diri berolahraga sebelum menjalani kampanye sebagai Calon Wakil Wali Kota TangSel. Twitter/@RahayuSaraswati

    TEMPO.CO, Jakarta -  Saat pandemi Covid-19 ini, berbagai jenis olahraga mulai banyak dikerjakan oleh masyarakat. Beberapa contohnya termasuk zumba, yoga, senam, lari hingga bersepeda.

    Namun perlu diingat, aktivitas fisik tentu tetap harus disertai dengan penggunaan masker. Pasalnya, masker adalah salah satu alat pelindung diri yang paling ampuh untuk menjaga kita dari risiko terpapar virus corona.

    Berbicara tentang berolahraga dengan menggunakan masker, Dokter Konsultan Cedera Olahraga dan Artroskopi di Rumah Sakit Pondok Indah Andi Nusawarta mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang salah saat melakukannya. Ia pun memberikan tips benarnya.

    Pertama dari segi pemilihan masker. Menurutnya masker yang benar digunakan ialah berjenis kain. Sebaliknya, hindari masker bedah atau masker N95 lantaran bisa menyesakkan nafas penggunanya.

    “Kalau maskernya bedah atau N95, kemampuan menyaring udaranya lebih tinggi. Kalau dipakai olahraga, bisa sesak. Jadi paling benar maskernya harus yang berjenis kain agar pernapasan tetap aman,” katanya dalam webinar Cegah Cedera Olahraga pada Kamis, 24 September 2020.

    Masih seputar masker, Andi juga mengimbau agar masker kain diganti setiap empat jam sekali. Ini berlaku khususnya bagi para atlet atau orang-orang yang berolahraga dengan cucuran keringat yang banyak.

    “Kalau masker kainnya basah karena keringat kemudian kering, itu dihirup tubuh juga tidak sehat. Kemampuan untuk menangkal virus dan bakteri yang mau masuk juga berkurang. Jadi kalau basah kuyup, setidaknya bawa cadangan dan ganti maksimal empat jam sekali,” katanya.

    Dari segi jenis olahraga, Andi pun mengarahkan untuk memilih aktivitas fisik dengan intensitas ringan ke sedang saja. Sebab, aliran oksigen dengan ditutupi masker tidak akan terganggu. “Perlu digarisbawahi, masker tidak memberikan efek bahaya apapun selama olahraga yang dikerjakan itu intensitas ringan ke sedang. Kalau berat, baru mengganggu karena kebutuhan oksigen lebih banyak saat kondisi itu tapi terhalang masker,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Cuitan Penyebab Polisi Mengira Syahganda Dalang Demo UU Cipta Kerja

    Polisi menangkap Syahganda Nainggolan sebagai dalang kerusuhan UU Cipta Kerja.