Sakit Maag, Ini Pemicunya Menurut Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penderita sakit lambung.

    Ilustrasi penderita sakit lambung.

    TEMPO.CO, Jakarta - Makanan pedas, asam, adalah pantangan bagi penderita sakit maag. Jenis makanan apalagi yang bisa memicu sakit lambung kambuh?

    Dekan FKUI, Ari Fahrial Syam, mengatakan dalam lambung ada kesimbangan antara unsur agresif dan defensif. Unsur agresif adalah makanan atau hal-hal yang bisa memicu naiknya asam lambung, misalnya kopi, cokelat, keju.

    Khusus untuk makanan asam dan pedas bukan hanya menaikkan asam lambung tapi bisa merusak dinding lambung dan membuat dinding lambung menipis. Konsumsi obat penghilang nyeri juga bisa menipiskan dinding lambung dan merusaknya.

    "Hal lainnya juga pasien yang karena penyakitnya, misalnya tensi turun, aliran darah tidak lancar sehingga terjadi penipisan dinding lambung," katanya.

    Sedangkan unsur defensif atau melindungi, misalnya obat asam metamafat atau beberapa pengobatan untuk sakit lambung. Menurutnya, salah satu cara untuk menekan unsur agresif sekaligus mempertahankan unsur defensif yakni dengan menghindari makanan yang bisa memicu asam lambung naik dan menipiskan dinding lambung.

    "Unsur agresif ini memang bersifat individual, tergantung apa yang kita konsumsi. Jika kondisi lambungnya sudah akut, tentu akan lebih banyak unsur agresifnya," ujarnya.

    Dia juga menjelaskan tidak ada cara untuk menebalkan dinding lambung secara alami karena itu yang harus dilakukan adalah melakukan pencegahan.

    "Memang, ada obat yang bisa membantu menguatkan dinding lambung, sejenis mukoprotektor yang melapisi mukosa, tetapi biasanya diberikan pada orang yang punya faktor risiko, semisal dia diharuskan minum obat penghilang rasa nyeri, maka diberi obat obat mukoprotektor, untuk menjaga lambung itu," paparnya.

    Salah satu ciri penderita sakit lambung dindingnya sudah menipis yaitu sering merasa kembung dan begah. Sementara itu, konsumsi cokelat dan keju bisa menyebabkan pelemahan klep antara lambung dan kerongkongan dan memperlambat pengosongan lambung. Untuk pelemahan klep ini juga agak sulit pengobatannya karena tidak ada obat yang signifikan.

    Sedangkan efek minum kopi bisa lemas dan gemetar karena asam lambung tinggi bisa membuat tubuh lemas dan tidak nafsu makan. Terkait pengobatan, dia menjelaskan untuk menurunkan asam lambung, pasien umumnya diberikan resep jenis obat PPI, seperti omeprazol, lansoprazol, dan lainnya. Obat ini harus rutin diminum selama 2 bulan sampai pengobatan selesai.

    "Jadi tidak bisa setengah-setengah karena jadi kurang efektif dan ketika setop di tengah jalan dilanjutkan saja," tegasnya.

    Sedangkan untuk obat jenis antasida umumnya ditujukan untuk membuat perut agar lebih nyaman. Namun, jenis obat yang satu ini tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam jangka panjang karena bisa menimbulkan gagal ginjal. Jadi, sebaiknya diminum saat terasa tidak nyaman saja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.