Waspadai Pneumonia pada Anak, Ini yang Perlu Dipahami Orangtua

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pneumonia. shutterstock.com

    Ilustrasi pneumonia. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Waspadai pneumonia pada anak. Pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar kedua pada balita di Indonesia. Namun, jika belum memahami apa itu pneumonia serta pencegahannya, orangtua tanpa sengaja dapat menyalahartikan gejala pneumonia sebagai gejala flu biasa sehingga anak tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya.

    Tanpa perawatan yang benar, pneumonia dapat mengakibatkan komplikasi seperti kesulitan bernapas, infeksi aliran darah, penumpukan cairan atau nanah di dalam atau di sekitar paru-paru, dan kematian. Berikut adalah empat fakta mengenai pneumonia agar buah hati dapat terlindung dari penyakit tersebut, seperti dikutip dari siaran resmi Pfizer.

    Penyebab kematian terbesar kedua pada balita di Indonesia
    Berdasarkan data yang dihimpun UNICEF, lebih dari 19.000 balita di Indonesia meninggal akibat pneumonia pada 2018. Artinya, lebih dari dua anak di Indonesia setiap jamnya meninggal karena pneumonia.

    Gejala dapat menyerupai flu
    Gejala awal dari pneumonia meliputi sesak napas, nyeri dada, demam, batuk, dan kehilangan nafsu makan, yang mudah disalahartikan sebagai gejala flu biasa. Orangtua sebaiknya jangan menunggu sampai anak terkulai lemas untuk memastikan sedang sakit. Ketika ritme napas menjadi cepat dan anak tampak tidak nyaman ketika bernapas, segera bawa ke dokter.

    Dapat menular lewat berbagai agen dan medium
    Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai agen, mulai dari bakteri, virus, hingga jamur. Salah satu penyebab pneumonia yang paling umum adalah infeksi dari bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). Agen tersebut dapat berpindah melalui udara ketika batuk atau bersin, melalui darah, termasuk dari persalinan, atau dari permukaan yang terkontaminasi.

    Imunisasi PCV untuk melindungi anak
    Orangtua dapat melindungi sang buah hati dengan menjalankan empat langkah sederhana, yakni melakukan imunisasi PCV ketika anak berusia 2, 4, 6, dan 12-15 bulan. Cara efektif untuk melindungi anak-anak dari pneumonia adalah melalui imunisasi, meliputi imunisasi terhadap kuman Hib, pneumokokus, campak, dan pertusis.

    Pneumonia yang disebabkan bakteri pneumokokus dapat dicegah dengan imunisasi pneumococcal conjugate vaccine (PCV). Imunisasi PCV perlu dilakukan pada usia anak 2, 4, dan 6 bulan, dengan booster pada usia 12-15 bulan. Namun, jika bayi sudah melewati usia 6 bulan dan belum menerima imunisasi PCV, maka pemberian imunisasi PCV dapat dilakukan sebagai berikut:

    Pada usia 7-12 bulan: Imunisasi PCV dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak paling sedikit 1 bulan, dengan ditambah 1 dosis booster di usia 12 - 15 bulan.

    Pada usia 1-2 tahun: Imunisasi PCV dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan.

    Pada usia di atas 2 tahun: Imunisasi PCV hanya dilakukan 1 kali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.