#Dirumahaja Bikin Kekurangan Asupan Vitamin D? Penuhi dengan Sumber Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi salmon (Pixabay.com)

    Ilustrasi salmon (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat vitamin D yang cukup dapat membantu tubuh melawan virus corona dengan lebih efektif. Vitamin D pun penting untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot Anda.

    Dikutip dari metro.co.uk, Senin 28 September 2020, Prof Smith, dari Center for Regenerative Medicine and Devices mengatakan saat terjadi lockdown, banyak dari kita tidak mendapatkan cukup vitamin D baik dari matahari atau dari makanan. Karena itu, penting bagi kita semua mendapatkan cukup vitamin D3 melalui suplemen sebagai salah satu sumber kalsium. “Selain menjaga kesehatan tulang dan otot, vitamin D3 sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem kekebalan,” katanya.

    Lantas, dari mana sumber vitamin D ini bisa didapat? Berikut daftar sumber vitamin D seperti dilansir dari Metro.

    1. Sinar matahari
      Vitamin D dapat diserap melalui kulit melalui paparan sinar UV, yang diradiasikan dengan baik oleh matahari. Menurut NHS, tidak diketahui secara pasti berapa banyak waktu yang Anda perlukan di bawah sinar matahari untuk mendapatkan cukup vitamin D untuk memenuhi kebutuhan tubuh Anda karena ada begitu banyak variabel yang berperan seperti warna kulit Anda dan seberapa banyak kulit Anda terekspos pada saat itu.

      Namun situs web NHS juga mengatakan kebanyakan orang bisa mendapatkan cukup vitamin D dari berjemur setiap hari dalam waktu singkat, di mana lengan bawah, tangan atau kaki bagian bawah terbuka dan tanpa tabir surya, terutama dari jam 11 pagi sampai jam 3 sore.

    2. Suplemen vitamin
      Di musim dingin dan hujan, akan sulit mendapatkan paparan sinar matahari. Pekerja kantoran dan orang lain yang pekerjaannya mengharuskan mereka berada di dalam ruangan hampir sepanjang hari juga akan kekurangan vitamin D dari sinar matahari, di situlah suplemen vitamin D diperlukan. Dari tablet minyak ikan cod hingga suplemen lainnya, dapat ditemukan dengan mudah di apotek setempat.

      NHS merekomendasikan bahwa kebanyakan orang di atas usia lima tahun harus mengonsumsi 10 mikrogram vitamin D setiap hari. Anda tidak boleh mengonsumsi lebih dari 100 mikrogram vitamin D sehari, sementara anak-anak berusia satu hingga 10 tahun tidak boleh mengonsumsi lebih dari 50 mikrogram sehari, dan bayi di bawah 12 bulan tidak boleh mengonsumsi lebih dari 25 mikrogram sehari.

    3. Makan makanan yang tepat
      Makanan tertentu tinggi vitamin D, seperti ikan mackerel, salmon, herring, dan sarden. Anda juga bisa mendapatkan vitamin D dari daging merah dan telur. Sebuah studi oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat menemukan bukti bahwa jamur yang terkena sinar UV juga mengandung vitamin dalam jumlah yang signifikan. Ini karena ergosterol pada jamur yang terpapar sinar UV dapat diubah menjadi vitamin D. Yang perlu Anda lakukan hanyalah membiarkan jamur Anda berjemur sebentar sebelum Anda memakannya.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.