Tips Mencuci Tangan yang Benar, Lebih Asyik Sambil Menyanyikan 5 Lagu Ini

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cuci tangan. pixabay.com

    Ilustrasi cuci tangan. pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mencuci tangan merupakan aktivitas sederhana yang sering kita lakukan. Tujuan mencuci tangan hanya satu: supaya tangan menjadi bersih. Hanya saja, kadar bersih setelah mencuci tangan bisa berbeda-beda pada setiap orang.

    Ada orang yang mencuci tangan hanya dengan air yang ditempatkan di dalam wadah, ada yang mencuci tangan dengan air mengalir tanpa sabun, ada pula yang #cucitangan dengan air mengalir serta sabun. Opsi terakhir adalah yang paling tepat, yakni mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

    Tapi ada lagi syaratnya supaya kegiatan mencuci tangan yang kita lakukan benar-benar membuat tangan menjadi lebih bersih. #cucitanganpakaisabun dan air mengalir memang pilihan terbaik, namun ada 'tapi'-nya lagi, yakni bagaimana metode dan durasi cuci tangan.

    Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization kembali mengingatkan pentingnya cuci tangan di masa pandemi Covid-19. WHO merilis bagaimana langkah demi langkah mencuci tangan yang benar demi mengusir bakteri dan virus yang menempel pada tangan. Berikut rinciannya:

    1. Basahi tangan
      Basahi kedua telapak tangan danpunggung tangan sampai ke pergelangan tangan. Gunakan air bersih yang mengalir baik dalam suhu hangat maupun dingin.

    2. Oleskan sabun
      Ambil sabun dan oleskan ke dua telapak tangan, punggung tangan, pergelangan tangan serta sela-sela jari.

    3. Gosok tangan dengan seksama selama 20 detik
      Kenapa harus minimal 20 detik? Sejumlah penelitian membutikan mencuci tangan selama 20 detik atau lebih mampu menghilangkan lebih banyak atau sekitar 90 persen kuman di tangan, ketimbang mencuci tangan dalam durasi yang kurang dari itu.

      ilustrasi cuci tangan (pixabay.com)

    4. Bagian tangan yang perlu digosok
      Gosok bagian telapak tangan, punggung tangan, pergelangan tangan, sela jari-jari dari ujung sampai pangkalnya, dan di bawah kuku. Bakteri dan virus bisa bersembunyi di mana saja, bahkan ketika tangan kita terlihat bersih secara kasat mata. Tapi jika ditelisik lebih dalam, mungkin masih ada yang terselip di celah kuku atau cincin bagi yang mengenakannya.

    5. Bilas sampai bersih
      Pastikan tidak ada sabun yang tertinggal atau bagian yang masih terasa licin saat mencuci tangan.

    6. Keringkan dengan handuk bersih atau diangin-anginkan
      Pakailah handuk tadi atau tisu untuk menutup keran air. Jangan sampai kerja kerasmu saat mencuci tangan sia-sia karena terkena kuman lagi ketika menutup keran air.

    Enam tahap cuci tangan tadi janganlah menjadi beban. Akan lebih asyik jika kamu mencuci tangan dengan diiringi nyanyian. Ya, tiada salahnya bernyanyi sambil mencuci tangan ketimbang menghitung selama 20 detik. Jadi, lagu apa yang familiar dan cocok disenandungkan sembari mencuci tangan?

    Beberapa selebriti pernah memberi contoh. Dokter Tirta misalkan, memilih mencuci tangan sambil menyanyikan lagu Balonku Ada Lima. Almarhum Glenn Fredly juga pernah mempraktikkan cuci tangan sembari bernyanyi lagu Marilah Kemari. Sementara Priyanka Chopra mencuci tangan seraya berdendang Kalau Kau Suka Hati.

    Mencuci tangan sambil bernyanyi juga cocok dipraktikkan bersama anak-anak. Selain menyenangkan, jika #ingatpesanibu bernyanyi akan membuat anak lebih mudah mengingat gerakan mencuci tangan yang benar. Kalau anak masih belajar alfabet, ajak dia menyanyikan lagu ABCD, atau pilih lagu yang sedang tren seperti Baby Shark juga ok. Yang penting tangan bersih, tubuh sehat, dan gembira.

    *Konten kerja sama Tempo.co dengan Satgas Covid-19 ini bertujuan mengubah perilaku sebagian masyarakat yang masih mengabaikan protokol kesehatan: #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.